Udara Pasir Gudang Beracun, Puluhan Sekolah Ditutup. Mahathir Bersumpah 'Buru' Pelaku

Pencemaran udara yang masif akibat zat kimia membuat ratusan orang mengalami sesak nafas dalam beberapa hari terakhir di Pasir Gudang, Johor Bahru

Udara Pasir Gudang Beracun, Puluhan Sekolah Ditutup. Mahathir Bersumpah 'Buru' Pelaku
Bernama
Tim medis memeriksa para siswa yang menjadi korban pencemaran udara di Pasir Gudang, Johor Bahru, yang membuat puluhan sekolah ditutup selama empat hari 

TRIBUNBATAM.ID, JOHOR - Pencemaran udara yang masif akibat zat kimia membuat ratusan orang mengalami sesak nafas dalam beberapa hari terakhir di Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia.

Akibatnya, puluhan sekolah dalam radius enam kilometer terpaksa diliburkan karena banyak anak-anak yang mengalami gejala sesak nafas.

Hingga saat ini sumber pabrik yang mencemarkan udara belum diketahui, namun puluhan pabrik kimia saat ini diselidiki.

Menteri Kesehatan Malaysia Dr Dzulkefly Ahmad mengatakan, semua pelajar yang tkeracunan diperiksa, termasuk dua kasus baru yang dirujuk ke Hospital Sultan Ismail (HSI) Johor Bahru.

Drone Kembali Sabotase Bandara Changi Singapura, 25 Penerbangan Terganggu

7 Tahun Tenggelam, Begini Sekarang Nasib Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid

Sniper Joanna Palani, Dewi Kematian ISIS di Suriah. Pulang ke Denmark Dipenjara dan Dicap Teroris

Sebelumnya, puluhan murid dari dua sekolah di daerah tersebut juga dirawat di rumah sakit dan klinik kesehatan setempat akibat keracunan. 

Ini kasus kedua setelah kasus pencemaran Sungai Kim Kim, Johor Bahru, pada Maret lalu, namun kali ini yang tercemar bukan sungai, melainkan udara.

“Hingga saat ini, instansi terkait sedang melakukan pemantauan," katanya kepada wartawan seperti dilansir TribunBatam.id dari Berita Harian Online, Selasa (25/6/2019).

Parta siswa yang keracunan udara dibawa ke rumah sakit (Bernama).

Kamis lalu, 14 pelajar dan dua dewasa dari Sekolah Agama Taman Mawar (SATM) dan 13 lagi murid Sekolah Kebangsaan (SK) Pasir Gudang mengalami sesak nafas, lemah dan muntah mengalami muntah-muntah.

Sabtu lalu, 17 lagi korban dari tiga sekolah mengalami gejala yang sama.

Kejadian itu hanya tiga bulan setelah kawasan Sungai Kim Kim sepanjang 1.5 kilometer tercemar akibat pembuangan sisa zat kimia jenis toksik yang berdampak pada 6,000 penduduk.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved