Hakim Perintahkan Jaksa Kembalikan Uang Booking Vanessa Angel Rp 35 Juta, Tapi HP Dimusnahkan

Kalau barang bukti itu kan nanti uang, Rp 35 juta itu dikembalikan pada Vanessa. HP-nya dimusnahkan oleh negara. Sepreinya kan milik hotel

Hakim Perintahkan Jaksa Kembalikan Uang Booking Vanessa Angel Rp 35 Juta, Tapi HP Dimusnahkan
Surya.co.id
Vanessa Angel Divonis 5 Tahun Penjara, Sempat Menangis dan Ingin Pulang 

TRIBUNBATAM.ID, SURABAYA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya memvonis Vanessa Angel 5 bulan penjara, terkait kasus prostitusi online artis, Rabu (26/6/2019).

Selain itu, hakim juga memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk mengembalikan beberapa barang bukti dalam kasus dugaan penyebaran konten asusila Vanessa Angel, termasuk booking Rp 35 juta yang ditransfer mucikari.

"Kalau barang bukti itu kan nanti uang, Rp 35 juta itu dikembalikan pada Vanessa. Sedangkan HP-nya nanti dimusnahkan oleh negara. Sepreinya kan milik hotel tidak mungkin dimusnahkan," ujar kuasa hukum Vanessa, Abdul Malik usai sidang.

Seperti diketahui, tarif kencan Vanessa Angel Rp 80 juta, namun yang sampai ke tangannya hanya Rp 35 juta.

CLBK, Neymar Akhirnya Kembali ke Pangkuan Mantan Meskipun Gajinya Susut Rp 200 Miliar

Youtuber Terkenal Daniel Desmond Amofah Alias Etika Tewas Nahas Setelah Tunjukkan Aksi Aneh

Sempat Tolak Tuntutan Jaksa, Vanessa Angel Akhirnya Terima Putusan Hakim, Ini Katanya kepada Hakim

Sisanya dibagi-bagi oleh enam mucikari prostitusi online artis ini.

Barang bukti itu dikembalikan karena Vanessa tak terbukti melakukan prostitusi online yang selama ini dituduhkan.

"Enggak ada istilahnya chatting untuk prostitusinya. Jadi dalam prostitusinya, Vanessa tidak dinyatakan bersalah," kata Abdul Malik.

Vanessa Angel mendengarkan amar putusan hakim PN Surabaya (Kompas.com)

"Dia tidak melanggar undang-undang prostitusi online. Untuk itu barang bukti Rp 35 juta dikembalikan pada Vanessa," imbuh Abdul Malik lagi.

Sebelumnya diberitakan, Vanessa Angel divonis lima bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi dalam kasus dugaan penyebaran konten asusila.

"(Terbukti) melakukan tindak pidana mendistribusikan/mentrasmisikan informasi elektronik dan yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," ujar Dwi Purwadi, Rabu siang.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved