Perang Dagang Amerika dan Tiongkok Peluang Untuk Kota Batam, Begini Penjelasan Apindo Batam

Pemerintah Indonesia sedang berupaya mengambil peluang untuk meningkatkan potensi ekspor produk elektronik, di tengah situasi perang dagang Amerika

Perang Dagang Amerika dan Tiongkok Peluang Untuk Kota Batam, Begini Penjelasan Apindo Batam
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Indonesia sedang berupaya mengambil peluang untuk meningkatkan potensi ekspor produk elektronik, di tengah situasi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Kementerian Perindustrian sedang gencar menawarkan insentif kepada dunia usaha untuk mendukung kinerja ekspor.

Bagaimana peluang Batam, Kepri? Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid menilai, mestinya perang dagang antara dua negara raksasa ekonomi dunia ini, bisa dijadikan momentum untuk menarik investor dari kedua negara yang sedang berperang secara ekonomi.

Untuk menghindari tarif yang dikenakan oleh kedua belah pihak, perusahaan dari kedua negara itu akan memilih negara lain agar produknya tetap kompetitif.

Guru TK di Thailand Ini Viral Karena Punya Salam Khas Untuk Siswanya, Pengen Jadi Siswanya deh

Pembuatan Jas dan Pin Emas Anggota DPRD Kota Batam Terpilih, Harganya Capai Setengah Miliar

Begini Ini Tips Rawat Cat Mobil dan Pilih Obat Poles yang Baik

Kominfo Bantu Polisi Ungkap Kejahatan Melalui CCTV, Sejauh Ini 20 CCTV Sudah Berfungsi di Batam

Vanessa Angel Akan Bebas Sebentar Lagi, Ayahnya Siap Jemput Putrinya Itu, Pesan Sang Ayah Buat Haru

"Namun kalau dilihat pertumbuhan investasi yang masuk ke Batam, tidaklah melonjak terlalu signifikan. Pertumbuhan investasi ke Kepri selama dua tahun terakhir hanya berkisar di angka 7 persen saja," kata Rafki.

Menurutnya, hal ini menunjukkan, Kepri khususnya Batam belum bisa memanfaatkan momentum perang dagang yang terjadi antara AS dengan Tiongkok, untuk menarik investasi ke Batam.

Dikatakan, Batam dengan segala fasilitas bebas pajaknya, ternyata belum begitu menarik bagi investor yang keluar dari AS dan Tiongkok.

"Apa permasalahannya? Tentunya harus dikaji mendalam mengapa tidak menarik? Selain aspek perizinan dan insentif investasi yang diberikan harus dilihat juga aspek lainnya," ujarnya.

Apapun Keputusan MK,Pelita Kepri Minta Untuk Hindari Kerusuhan Kita Harus Berjalan Beriringan

Kabel Listrik Menjuntai, Warga Sagulung Batam Minta PLN Segera Lakukan Perbaikan

Pemko Tanjungpinang BangunPasar Induk Senilai Rp 130 Miliar, Lokasinya di Batu 8 Atas

Seperti ketenagakerjaan. Apakah Batam sudah mampu menyediakan tenaga kerja terampil dan memadai yang sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.

Juga menyangkut upah minimum yang berlaku di Batam, apakah kompetitif atau tidak, dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved