Prabowo Menang atau Kalah? Bandingkan Prediksi Mahfud MD dan Refly Harun soal Putusan MK

Putusan MK sengketa Pilpres akan dibacakan pada Kamis (27/6/2019), bandingkan prediksi Mantan Ketua MK Mahfud MD dan pakar hukum Tata Negara Refly Har

Prabowo Menang atau Kalah? Bandingkan Prediksi Mahfud MD dan Refly Harun soal Putusan MK
Instagram/indonesiaadilmakmur
Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto 

TRIBUNBATAM.id - Putusan MK sengketa Pilpres akan dibacakan pada Kamis (27/6/2019), bandingkan prediksi Mantan Ketua MK Mahfud MD dan pakar hukum Tata Negara Refly Harun.

Pakar hukum tata negara Refly Harun menyampaikan adanya kabar buruk bagi paslon 02 Prabowo-Sandiaga dalam keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya.

Menurut Refly Harun, jika melihat statistik penolakan MK sejak 2004 berat untuk Paslon 02 merubah hasil Pemilu di MK.

Kata Refly, jika berbicara mengenai putusan MK, setidaknya ada yang harus diperhatikan. Yakni sisi psikologis putusan.

 

Jika melihat sisi psikologis kata Refly, hakim akan lebih mudah mengambil keputusan untuk menolak permohonan pemohon karena tidak akan merubah angka pemilu.

Terlebih kata Refly, jika melihat gugatan di Pilpres sejak tahun 2004, belum ada satupun gugatan yang pernah diamini MK.

“Mengabulkan permohonan memang tidak mudah, apalagi dalam konteks Pilpres, yang sejak 2004 satu permohonan, 2009 ada 2 permohonan dan 2014 ada 1 permohonan, itu ditolak dan tanpa dissenting opinion,” kata Refly.

“Kalau kita bicara data statistik seperti ini artinya sedikit kabar buruk bagi 02,” imbuh Refly.

Namun kata Refly, belum tentu juga hal tersebut terjadi jika para hakim progresif.  Misalnya saja di era Mahfud MD, Mahkamah Konstitusi (MK) kerap mengambil langkah-langkah yang progresif dan mengikuti dinamika masyarakat.

“Tapi belakangan ini hakim MK agak regresif tidak lagi progresif terbukti putusan-putusan terkait Pilkada, entah apa MK bilang Pilkada tidak masuk rezim Pemilu dan kami tidak mau lagi menyidangnya,” jelas Refly.

Hingga akhirnya mereka kembali mau menyidangkan sengketa Pilkada pada tahun 2015 dan 2016 karena diatur oleh Undang-undang Pemilu.

Oleh karenanya kata Refly, dalam keputusan sidang siang nanti, kita harus melihat apakah para hakim didominasi oleh hakim-hakim yang regresif atau hakim-hakim yang progresif.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved