Dua Jaksa Kejati SKI Jakarta Terkena OTT KPK, Benarkah Anak Jakgung? Hoax! Anak Saya Berintegritas

Dua jaksa Kejati DKI Jakarta terjaring OTT KPK. Beredar kabar di media sosial bahwa satu jaksa adalah anak Jakgung. Prasetyo: Itu hoax

Dua Jaksa Kejati SKI Jakarta Terkena OTT KPK, Benarkah Anak Jakgung? Hoax! Anak Saya Berintegritas
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Jaksa Agung M Prasetyo 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Dua jaksa Kejati DKI Jakarta dikabarkan terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bahkan beredar kabar di media sosial bahwa jatu jaksa yang tertangkap itu anak Jaksa Agung M Prasetyo.

Namun Prasetyo membantah bahwa anaknya Bayu Adhinugroho Arianto yang terkena OTT.

Ia memastikan ada dua jaksa yang terkena OTT, tapi bukan anaknya.

Penangkapan itu, kata Prasetyo, berkat kolaborasi KPK-Kejaksaan sehingga penanganan kasusnya akan ditangani di Kejagung.

Seperti diketahui, putra Jaksa Agung Prasetyo, Bayu Adhinugroho Arianto, adalah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

"Hoax anak Jaksa Agung ditangkap KPK. Anak saya insyaallah berintegritas," tegas Prasetyo.

Pertengahan Maret lalu, pengangkatan Bayu sebagai Kajari banyak dikritik karena dituduh berbau nepotisme.

Namun Kejagung membeberkan prestasi Bayu Adhinugroho Arianto yang disebut berprestasi saat bertugas di Bali.

"Karir seorang jaksa atas nama Bayu Adhinugroho Arianto tidak boleh terhambat hanya karena yang bersangkutan anak Jaksa Agung," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung Mukri dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Saat menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Bali, Batu berhasil memimpin penangkapan koruptor terbesar yang sudah beberapa tahun tak bisa ditangkap.

"Bayu Adhinugroho Arianto punya kinerja yang hebat dan membanggakan. Sewaktu di Kejari Gianyar, yang bersangkutan berhasil memenangkan gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan istana negara yang sekian
lama tidak terselesaikan," papar dia.

Menurut Mukri, mekanisme dan sistem mutasi maupun promosi secara objektif tetap berlaku sama dan diputuskan dalam rapat pimpinan. Dasarnya, pertimbangan unsur prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas (PDLI).

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved