Menkeu Sri Mulyani: Jika Perang Dagang Belanjut, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Hanya 3,1 Persen

KTT G20 yang tahun ini berlangsung di Osaka, Jepang, lebih panas dibandingan KTT sebelumnya karena suhu pertemuan diwarnai perang dagang AS vs China.

Menkeu Sri Mulyani: Jika Perang Dagang Belanjut, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Hanya 3,1 Persen
Reuters
Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara di forum Menteri Keuangan di KTT G20 Osaka 

Selain dengan China, AS juga kini terlibat perang dagang dengan India setelah kedua negara berbalas menaikkan tarif impor terhadap komoditi kedua negara.

Prabowo Resmi Bubarkan Koalisi Adil Makmur

PT Unisem Tutup, Begini Tanggapan Direksi Ketika Ditanya Nasib Ratusan Karyawan yang Bekerja Disana

Di KTT G20 di Osaka Jepang, Jokowi Dapat Ucapan Selamat dari Banyak Kepala Negara, Ini Momen-nya

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini terjadi lebih rendah karena risiko-risiko yang sifatnya negatif telah terjadi.

Yakni, ekskalasi dari ketegangan perdagangan terutama antara AS dengan China, namun sebetulnya secara menyeluruh juga munculnya sikap-sikap proteksionisme.

“Disebutkan oleh, pertama, Christine Lagarde yang menyampaikan dengan adanya risiko perang dagang ini pertumbuhan ekonomi dunia akan turun sebesar 0,5 %,” kata Menkeu saat mendampingi Menlu Retno Marsudi menyampaikan keterangan kepada wartawan di Hotel New Otani, Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019) sore, dilansir dari laman Setkab.

Dengan demikian, lanjut Menkeu, pertumbuhan ekonomi dunia yang tahun ini sudah 3,5%, sebenarnya tahun depan diharapkan bisa lebih baik jadi 3,6.

"Namun, kalau perang dagang ini akan terus berjalan maka pertumbuhannya hanya akan mencapai 3,1%. “Jadi, ini risikonya sangat besar,” tegas Menkeu.

Gencatan Senjata Jelang KTT

Sehari menjelang KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, ada kabar baik yang bisa melegakan para pengusaha dunia yang cemas dengan perang dagang AS vs China.

Ke dua negara sepakat melakukan "gencatan senjata" atas ketentuan tarif baru yang hendak diterapkan untuk mendinginkan suhu pertemuan Prtesiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved