Breaking News:

Kisah Dibalik Pembangunan Masjid Istiqlal Jakarta, Perjuangan Bung Karno hingga Sarat Makna Bangunan

Kisah Dibalik Pembangunan Masjid Istiqlal Jakarta, Perjuangan Bung Karno hingga Sarat Makna Bangunan

Editor: Danang Setiawan
Twitter/Kompas TV
Kisah Dibalik Pembangunan Masjid Istiqlal Jakarta, Perjuangan Bung Karno hingga Sarat Makna Bangunan 

Alasan lain dekat dengan Istana Merdeka. Posisi seperti ini mirip dengan simbol kekuasaan kraton di daerah Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan kraton atau dekat dengan alun-alun.

Dalam hal ini, Taman Medan Merdeka dianggap sebagai alun-alun Ibukota Jakarta.

Faktor lain, Bung Karno menghendaki masjid negara itu berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta untuk melambangkan semangat persaudaraan dan toleransi agama.

Setelah dilakukan musyawarah, lokasi akhirnya diputuskan di Taman Wilhelmina.

Lalu diadakan lomba rancang bangun masjid, mulai tanggal 22 Februari 1955 sampai 30 Mei 1955. Dari 27 peserta yang mengikuti lomba, 22 peserta memenuhi persyaratan lomba.

Setelah melalui penjurian, akhirnya dipilih lima pemenang. Sebagai pemenang pertama adalah Frederich Silaban dengan rancangan bersandi Ketuhanan.

Namun pembangunan masjid tak mulus karena adanya pergolakan politik seputar tahun 1965.

Jadi semenjak pemancangan tiang pertama yang dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 – bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW – sampai dengan tahun 1965 tidak banyak mengalami kemajuan.

Tahun 1966 dilanjutkan kembali dan selesai 17 tahun kemudian.

Minimalis, sarat makna
 
Kompas.com
 

Dilihat sepintas bangunan ini minimalis. Sederhana. Berbentuk kotak, dengan kubah besar, dan menara tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved