Breaking News:

Daerah Pinang Kencana Paling Banyak Terkena DBD, Ini Anjuran Kadinkes Tanjungpinang

Disampaikannya, wilayah yang paling banyak pasien penderita DBD ialah, Pinang Kencana, Batu 9, Air Raja.

Daerah Pinang Kencana Paling Banyak Terkena DBD, Ini Anjuran Kadinkes Tanjungpinang
Tribunnews Batam / Zabur Anjasfianto
Petugas Memberikan Serbuk Abate Antisipasi DBD

Ada 200 Penderita DBD di Tanjungpinang: Bulan Juni 2 Anak Meninggal

TRIBUNBATAM.id TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan Tanjungpinang mencatat ada sekitar 200 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam

"Terhitung mulai Januari hingga Juni. Ada sekitar 200-an penderita DBD di Tanjungpinang," katanya, Selasa (02/07/2019)

Disampaikannya, wilayah yang paling banyak pasien penderita DBD ialah, Pinang Kencana, Batu 9, Air Raja.

"Penderita mulai dari anak anak hingga orang dewasa juga ada. Tapi paling dominan anak-anak," ucapnya.

Petugas melakukan foging setelah adanya kasus DBD di Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu
Petugas melakukan foging setelah adanya kasus DBD di Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu (TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA)

Rekomendasi 16 Tempat Ibadah Untuk Umum Bagi Umat Muslim di Singapura

Sinopsis Sinetron Cinta Suci SCTV Selasa (2/7/2019), Suci Tenggelam di Kolam Renang

Info Loker Batam 2019, Simak Lowongan serta Syaratnya

Baru Menikah, Perempuan Ini Langsung Ditalak 3 Suami Gara-gara Minta Uang Rp 6ribu buat Beli Sayur

seorang balita dijangkit penyakit  DBD .Foto ilustrasi
seorang balita dijangkit penyakit DBD .Foto ilustrasi (tribunnews batam / istimewa)

Bahkan dalam bulan Juni, ada 2 pasien anak-anak yang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk tersebut.

"Kenapa bisa terkena DBD. Artinya pola hidup masyarakat yang menjadi pasien DBD tidak sehat," sebutnya kembali.

Dia pun menyarankan, setiap bak mandi di rumah minimal dikuras sebanyak satu minggu sekali.

Tujuannya menghindari kemungkinan perkembangan tumbuh nyamuk.

"Pokoknya budayakan 3M: menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas," sebutnya memberikan saran.

Selain itu, untuk menghindari gigitan nyamuk, rumah bisa dipasang kawat kasa, dan menggunakan Abate.

"Juga lakukan aktivitas fisik rutin 30 menit sehari berolahraga, lakukan diet yang seimbang, perbanyak sayur buah, dan hindari asap rokok, serta istirahat yang cukup, dengan tidur normal minimal 6 sampai 8 jam. Terahkir juga kendalikan stres," ucapnya. (tribunbatam.id/endra kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved