Di Negara Ini, Pakai Ponsel Saat Mengemudi, Bisa Didenda Rp 10 Juta

Pemerintah Australia semakin serius dalam menangani para pengendara mobil yang masih beraktivitas dengan ponsel sambil mengemudi. Negara bagian Queen

Di Negara Ini, Pakai Ponsel Saat Mengemudi, Bisa Didenda Rp 10 Juta
Facebook/The Star
ilustrasi Main ponsel saat mengemudi 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Australia semakin serius dalam menangani para pengendara mobil yang masih beraktivitas dengan ponsel sambil mengemudi. Negara bagian Queensland kini tengah mempersiapkan aturan denda baru bagi pengendara yang ketahuan mengirim pesan sambil menyetir.

Direncanakan, besaran denda bagi pelanggar aturan tersebut mencapai 1.000 dollar Australia atau sekitar Rp 10 juta.

Selain itu, pelanggar juga akan kehilangan SIM bila tertangkap dua kali. Denda yang sudah berlaku sekarang bagi pengendara yang menggunakan ponsel sambil berkendara adalah sebesar 400 dollar Australia atau sekitar Rp 4 juta.

 "Saya kira meningkatkan denda sampai 1.000 dollar Australia akan mengurangi perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain ini," kata Bailey.

Di negara bagian lain di Australia, denda untuk pelanggaran serupa belum mengalami kenaikan. Di New South Wales, dendanya adalah 337 dollar Australia (sekitar Rp 3,3 juta), sementara di negara bagian Victoria dendanya mencapai 484 dollar Australia (sekitar Rp 4,7 juta).

Juventus Bertabur Bintang Musim Depan, Aaron Ramsey Pamer Kostum, Ada Ronaldo, Pogba dan De Ligt

Wacana Wajib Militer, Lemhanas Sebut Belum Perlu dan Pemerintah Harus Ketahui Lebih Dulu Tujuannya

Pemerintah Janjikan Setiap Hari Selasa, Kamis dan Sabtu Ada Penerbangan Murah

KimOhYes! Setelah Menuai Kecaman, Kim Kardashian Akhirnya Cabut Merek Kimono pada Pakaiannya

Pemerintah Queensland mengatakan, pihaknya mengkaji pelanggaran ini setelah dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 40 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Bailey mengatakan, penelitian menunjukkan dampak buruk berkendara sambil menggunakan ponsel sama berbahayanya dengan minum alkohol.

Dia mengatakan, pada 2017 di Queendland tercatat sebanyal 38 orang tewas dan 1.224 harus dirawat di rumah sakit karena pengemudi yang kehilangan konsentrasi yang disebabkan oleh penggunaan ponsel.

"Pada dasarnya warga menjadi korban sendiri atau menjadikan orang lain korban karena mereka tidak bisa mematikan telepon mereka selama mengemudi," kata Bailey, dikutip ABC Australia.

Fakta-fakta Film Spider-Man: Far From Home, Film yang Dipredisi Masuk Top Box Office di Bulan Juli

Dihamili Kakak Iparnya, Olivia Paksa sang Adik Lakukan Aborsi dan Nekat Lakukan Ini di Organ Intim

Disdik DKI Ungkap Sosok Wanita Soal Ajakan Tidak Pajang Foto Presiden & Wakil Presiden Jokowi-Maruf

UPDATE! Demo Hong Kong Rusuh Tengah Malam, Tanpa Ampun, Polisi Menyerbu dengan Gas Air Mata

Di negara bagian Victoria, yang mencakup Melbourne, juga terjadi peningkatan jumlah korban tewas di jalan dibandingkan tahun lalu. Sampai dengan Juni tahun ini, tercatat sudah ada 153 korban tewas di jalan.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved