Breaking News:

Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Bawa Anjing di Masjid Tersangka Meski Miliki Gangguan Jiwa

Polisi terus melakukan penyidikan terhadap kasus SM (52) wanita yang membawa anjing ke masjid di Bogor

Kompas.com
Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky/ Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Bawa Anjing di Masjid Tersangka Meski Miliki Gangguan Jiwa 

Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Bawa Anjing di Masjid Tersangka Meski Miliki Gangguan Jiwa

TRIBUNBATAM.id - Polisi terus melakukan penyidikan terhadap kasus SM (52) wanita yang membawa anjing ke masjid di Bogor, Jawa Barat pada Minggu (30/6/2019). 

Belakangan SM disebut memilki gangguan jiwa. 

Meski demikian, polisi terus melakukan proses hukum terhadap SM.

Berikut update terbaru kasus wanita bawa anjing ke masjid sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari Kompas.com: 

1. Polisi Tetapkan Status Tersangka

SM (52), wanita yang bawa anjing ke dalam masjid di Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Polres Bogor.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, penetapan SM sebagai tersangka didasarkan pada dua alat bukti yang cukup yaitu persesuaian keterangan, termasuk barang bukti berupa pakaian dan alas kaki.

Ustaz di Tangerang Tewas Dibacok Adik Iparnya, Pelaku Babak Belur Dikeroyok Massa

Kakak Beradik Sekandung Lakukan Pernikahan Sedarah Secara Diam-diam, Keluarga Tolak Restu Mempelai

Polisi Ungkap Sosok Purwanto Gay Asal Tulungagung yang Tiduri 50 Lelaki, Begini Modus Pelaku

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky bersama MUI Kabupaten Bogor melakukan konferensi pers terkait video viral wanita bawa anjing ke dalam masjid, di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (1/7/2019).
Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky bersama MUI Kabupaten Bogor melakukan konferensi pers terkait video viral wanita bawa anjing ke dalam masjid, di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (1/7/2019). (KOMPAS.com/ AFDHALUL IKSHSAN)

Meskipun perbuatan SM melawan hukum, Polres Bogor masih mempertimbangkan riwayat gangguan jiwa yang dideritanya.

Dicky mengatakan, akan terus melakukan penyidikan secara berkelanjutan dengan menimbang alasan pemaaf sebagaimana diatur pada Pasal 44 KUHP.

"Kalau pun nanti hasilnya memang memiliki gangguan kejiwaan seperti yang dimaksud pada Pasal 44 ayat 2 KUHP, semuanya nanti akan diputuskan di pengadilan, jadi atas keputusan hakim," katanya kepada Kompas.com di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (2/7/2019).

2. Alasan Polisi Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Halaman
123
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved