Jam Keluar Imigran Asing Dibatasi, Masih Banyak yang Tidak Mematuhi, Masyarakat Bintan Jadi Takut

Salah satu tempat penampungan Imigran asing yang ada di Kepri berada di Pulau Bintan, Provinsi Kepri. Mereka selama ini ditampung di Hotel Bhadra Res

Jam Keluar Imigran Asing Dibatasi, Masih Banyak yang Tidak Mematuhi, Masyarakat Bintan Jadi Takut
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Pengungsi dari berbagai negara yang ditempatkan di Bhadra Resort Jalan Kawal Km 25 Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri saat ini sudah berjumlah lebih dari 400 orang. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Salah satu tempat penampungan Imigran asing yang ada di Kepri berada di Pulau Bintan, Provinsi Kepri.

Mereka selama ini ditampung di Hotel Bhadra Resort Kabupaten Bintan.

Namun apa jadinya ketika masyarakat mengeluhkan keberadaan mereka.

Sebab sejauh ini mereka sering berkeliaran dan membuat masyarakat risih dengan sikap mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua RW 005, Syahri saat sosialisasi dan dialog menciptakan kerukunan dan ketenteraman bersama di lingkungan masyarakat dan pengungsi di Bintan yang dilaksanakan di balai pertemuan Kantor Lurah Toapaya Asri, Senin (1/7/2019) lalu.

Syahri menceritakan, awalnya petani di Toapaya Asri berani mengolah lahannya mulai dari pagi sampai sore, bahkan ada yang sampai magrib di kebun.

"Tapi kalau sekarang mereka ketakutan dengan adanya pengungsi yang berkeliaran,"akunya, Selasa (02/7/2019).

 Mengenal 4 Gejala Skizofrenia, Paranoid yang Dialami Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid

 7 Potret Peran Besar Wury Estu Handayani Sang Istri Maruf Amin yang Akan Bergelar Nyonya Wapres

 Download Kumpulan Lagu Populer Saat Ini, Ada Cinta Luar Biasa hingga I Love You 3000

Dengan adannya rasa kekhawatiran warga, Syahri berharap ada patroli yang mengawasi para pengungsi.

Dengan dmikian, mereka tidak bebas berkeliaran di luar tempat penampungan.

"Kalau bisa, saran saya dibuat aturan yang mengikat, misalkan batas keluar malam bagi para pengungsi, sehingga kejadian di luar kemungkinan bisa diminimalisir," terang Syahri.

Seratusan diduga imigran warga Bangladesh ditemukan di salah satu ruko di kawasan Kampung Lalang, Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/2/2019). Selanjutnya mereka dibawa ke Polrestabes Medan untuk pendataan.
Seratusan diduga imigran warga Bangladesh ditemukan di salah satu ruko di kawasan Kampung Lalang, Medan, Sumatera Utara, Selasa (5/2/2019). Selanjutnya mereka dibawa ke Polrestabes Medan untuk pendataan. (Tribun-Medan.com/Istimewa via M.Fadli)

Sekretaris Kesbangpolinmas Bintan, Jamsuri menjelaskan, sudah ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang dibentuk di tingkat desa, kelurahan, kecamatan bahkan kabupaten.

Halaman
1234
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved