Kisah Pekerja Pembuka Bungkus Kabel, 1 Hari dapat Rp 100 Ribu, Bingung Perusahaan Ditutup Pemerintah

Adanya penutupan tempat kerja pembukaan bungkus kabel dikeluhkan oleh para pekerja di Sei Binti, Kelurahan Sungai Binti, Kecamatan Sagulung.

Kisah Pekerja Pembuka Bungkus Kabel, 1 Hari dapat Rp 100 Ribu, Bingung Perusahaan Ditutup Pemerintah
tribunbatam.id/ian sitanggang
Puluhan pekerja pengupas kabel protes di Sei Binti, Kelurahan Sungai Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, protes ke DLH Kota Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Adanya penutupan tempat kerja pembukaan bungkus kabel dikeluhkan oleh para pekerja di Sei Binti, Kelurahan Sungai Binti, Kecamatan Sagulung.

Tempat tersebut ditutup oleh dinas terkait dengan alasan Limbah.

Sementara  dari pihal pengelola mengatakan, mereka sudah mengurus ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

"Sudah dua bulan, kami tidak bekerja. kami disini mengharapkan tambahan penghasilan," kata Fani, seorang pekerja, Selasa (2/6/2019)

Pembukaan bungkus kabel yang dikerjakan oleh puluhan warga Kavling Seroja belakangan ini dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup kota batam, karena dianggap menimbulkan pencemaran lingkungan.

Kontrak Pengelolaan Pelabuhan Internasional Batam Centre Mau Berakhir, BP Akan Buka Lelang Baru

Turis Asal Korea Jadi Korban Jambret, DPRD Batam Minta Polisi Pariwisata Bisa Diaktifkan Kembali

Sertifikat Mau Terbit, Tiba-tiba Ahli Waris Lahan Muncul, Warga Mengamuk Lalu Datangi Kantor BPN

Pria Asal Aceh Cetak Uang Palsu Rp 6 Juta dan Sebarkan di Beberapa Lokasi Batam

Kabel yang dikupas oleh warga adalah milik perusahaan Pt. Logam Mulia.

Warga mengerjakan pemisahan kulit kabel dengan cara memanaskan dengan api agar karet dan plat pembungkus kedua terpisah.

Namun pekerjaan tersebut dianggap mencemari lingkungan.

Hal tersebut sangat diaesalkan para pekerja karena sejak dihentikan warga kehilangan pekerjaan.

"Kami kerja di tempat ini lumayan bisa membantu keuangan dirumag, satu hati kita bisa dapat Rp 100 ribu sampai R 150 ribu rupiah,"kata Fani.

Halaman
12
Penulis: Ian Pertanian
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved