BATAM TERKINI

Minim Masalah, 3 Kampung Tua Ini Masuk Prioritas Legalitas Kampung Tua di Batam, Mana Saja?

Kepala BPN Batam, Askani mengatakan ada 3 kampung tua di Batam, Kepri yang akan menjadi contoh penyelesaian legalitas kampung tua di Batam. Mana saja?

Minim Masalah, 3 Kampung Tua Ini Masuk Prioritas Legalitas Kampung Tua di Batam, Mana Saja?
tidak ada
kampung tua 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, Askani mengatakan, ada tiga kampung tua di Batam, Kepri, yang akan menjadi contoh untuk penyelesaian legalitas kampung tua di Batam.

Kampung tua itu akan diselesaikan lebih awal.

Ketiganya, yakni Kampung Tua Tanjungriau, Kampung Tua Sei Binti dan Kampung Tua Tanjunggundap.

Tiga kampung tua ini, termasuk minim persoalan, jika dibandingkan 34 titik kampung tua lainnya.

"Tiga lokasi ini tak bersentuhan dengan kawasan hutan lindung, belum ada HPL (hak pengelolaan lahan), belum ada PL (penetapan lokasi) yang dikeluarkan BP Batam kepada pihak lain. Sehingga lebih mudah diselesaikan," kata Askani, Selasa (2/7/2019).

Sementara di titik kampung tua lainnya, masih terdapat persoalan. Seperti terkait hutan lindung, HPL, PL, dan DPCLS (daerah penting cakupan luas dan strategis). Meski begitu, Askani menegaskan, 37 titik kampung tua itu tetap akan diselesaikan legalitasnya.

"Dengan catatan kalau mekanismenya sudah selesai, regulasi terkait kampung tua sudah selesai, pendataan wali kota sudah selesai, kegiatan pengukuran dan sebagainya selesai dan disepakati hak apa yang didapat masyarakat," ujarnya.

2 Pria Batam Palsukan Uang Senilai Rp 6 Juta, Begini Cara Mudah Bedakan Uang Palsu dan Uang Asli

Bermodal Printer dan Pensil Warna, 2 Pria di Sei Beduk Batam Cetak Uang Palsu hingga Rp 6 Juta

Coaching Clinic Kesehatan Ikan hingga Goes to Market, Ini Rangkaian Bulan Bakti BKIPM Tanjungpinang

Tumpukan Sampah Beracun hingga Banyaknya Pengidap HIV, Berikut 4 Poin Penting Hasil Reses DPRD Kepri

Askani mengatakan, Wali Kota Batam, Rudi mendapat tugas dari Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil untuk menyelesaikan masalah kampung tua. Dengan catatan, tidak menimbulkan kampung kumuh baru. Kampung tua itu selanjutnya akan ditata.

"Jadi peran pemilik kampung tua penting sekali. Dari pemerintah akan menata. Setiap jalan harus representatif. Jalan lingkungan harus standar. Ambulans, pemadam kebakaran harus bisa masuk," kata Askani.

Sebelumnya diberitakan, dari Pemko Batam sendiri, sudah punya ancang-ancang setelah nantinya kampung tua keluar dari HPL BP Batam dan punya legalitas. Yang sudah dipikirkan saat ini, yakni di kampung tua Tanjungriau di Kecamatan Sekupang, Batam, Kepri.

Kampung tua itu akan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Apalagi posisinya dekat dengan laut. Pemko Batam juga tak main-main soal anggaran yang akan digelontorkan di sana. Nilainya mencapai Rp 35 miliar.

"Kampung tua Tanjungriau akan dibenahi. Akan kita tata jadi tujuan destinasi. Tapi tak semudah yang dibayangkan. Karena kampung tua itu sebelumnya tak pernah ditata, dari jalan, rumah. Kita perlu siapkan juga masyarakatnya," kata Rudi.

Rencananya Pemko Batam akan membahas lebih lanjut soal rencana ini dengan masyarakat yang tinggal di kampung tua Tanjungriau. Berdasarkan data BPN Kota Batam, kampung tua Tanjungriau memiliki luas 203.248 meter persegi. Terdapat 1.354 bidang tanah dengan 732 bangunan. Jumlah warga yang tinggal di kampung tua ini sebanyak 1.345 kepala keluarga. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved