Breaking News:

Turis Asal Korea Jadi Korban Jambret, DPRD Batam Minta Polisi Pariwisata Bisa Diaktifkan Kembali

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa, menyayangkan adanya insiden yang dialami seorang turis di Batam. Menurutnya, hal semacam ini, menj

TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Seorang warga negara Korea Selatan, mengalami luka-luka di tangan dan kakinya. Itu setelah terseret sekitar 2 sampai 3 meter di badan jalan aspal, tepatnya tak jauh dari Masjid Agung, Batam Center, Batam, Kepri, Selasa (2/7/2019) siang, usai salat Zuhur. 

DPRD Nilai Perlu Diaktifkan Lagi Polisi Wisata Keliling, Sat Pol PP Juga Dilibatkan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa, menyayangkan adanya insiden yang dialami seorang turis di Batam.

Menurutnya, hal semacam ini, menjadi peringatan bagi masyarakat, termasuk aparat keamanan.

Kalau masih ada ancaman terhadap Batam, yang selama ini dikatakan aman, nyaman bagi tamu luar maupun lokal.

"Bagaimana Batam selama ini dinyatakan aman, nyaman di semua tempat, di kuliner, belanja, dan wisata alam maupun wisata religius, perlu dievaluasi tentang keamanannya," kata Musofa kepada Tribun, Selasa (2/7) malam.

Sertifikat Mau Terbit, Tiba-tiba Ahli Waris Lahan Muncul, Warga Mengamuk Lalu Datangi Kantor BPN

Pria Asal Aceh Cetak Uang Palsu Rp 6 Juta dan Sebarkan di Beberapa Lokasi Batam

Jokowi Isyaratkan Calon 25 Menteri Kabinet Kerja Akan Diisi Anak Muda, Nama Sandiaga Uno Mencuat

Lee, Turis Asal Korea Ini Dijambret di Batam, Begini Kronologinya

Ia juga menilai, perlu diaktifkan kembali keberadaan polisi wisata keliling.

Di samping itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) juga perlu diikutsertakan.

"Jangan Sat Pol PP cuma identik dengan alat pemerintah untuk penggusuran dan penertiban saja. Tapi Sat Pol PP juga perlu ditempatkan di lokasi-lokasi wisata bagi tamu mancanegara maupun tamu luar daerah yang datang ke Batam. Karena mereka-mereka ini penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita," ujarnya.

Turis Korea Dijambret di Batam, ASITA Minta Semua Pihak Jaga Keamanan Kota Batam

Wanita Singapura Sekap Mantan Pacar Lesbinya 9 Hari. Foto Tanpa Busana Dijadikan Alat Memeras

Hadir Pada Syukuran Kecamatan Jemaja Barat, Nurdin Pesan Ini Kepada Masyarakat

Kakak Beradik Sekandung Lakukan Pernikahan Sedarah Secara Diam-diam, Keluarga Tolak Restu Mempelai

Musofa juga memberi masukan, supaya Pemerintah Kota Batam menambah rambu-rambu penunjuk jalan.

Terutama arah ke tempat-tempat wisata.

Rambu-rambu ini menggunakan tiga atau empat bahasa. Selain bahasa Indonesia, juga ada bahasa Arab, Inggris atau China.

"Karena tamu-tamu luar, rata-rata dari negara berbahasa Arab, Inggris atau China," kata Musofa. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved