2 Wanita Dihamili 1 Polisi, Sempat Disidang Kode Etik dan Akhirnya Kedua Wanita Itu Dinikahinya

Polisi berpangkat Briptu berinisial FM menjalankan sidang kode etik atas karena menghamili dua orang wanita sekaligus. Mirisnya lagi, setelah kedua w

2 Wanita Dihamili 1 Polisi, Sempat Disidang Kode Etik dan Akhirnya Kedua Wanita Itu Dinikahinya
Tribunnews
Ilustrasi ABG Hamil - Paling Senior di Sekolah, Siswa SMA di Lampung Tengah Ini Bebas Setubuhi Teman Sekolahnya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Polisi berpangkat Briptu berinisial FM menjalankan sidang kode etik atas karena menghamili dua orang wanita sekaligus.

Mirisnya lagi, setelah kedua wanita tersebut hamil, ia malah menelantarkan begitu saja.

Ia merupakan Anggota Polres Pulau Buru, Maluku berinisial Briptu FM.

Dua wanita yang dihamili Briptu FM adalah WOF dan RRW.

3 Bulan Terakhir, 38 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bintan, Kebanyakan Kebakaran Hutan

Rayakan Ulang Tahun ke-90 Imelda Marcos, 261 Orang Masuk Rumah Sakit. Benarkan Sengaja Diracun?

Turis Bangladesh Kunjungi Batam, Merasa Kecanduan dan Janji Akan Datang Kembali

Anak Wali Kota Bebas dari Vonis Kasus Politik Uang Setelah Banding, Begini Tanggapan Penyidik Polres

Dua wanita itu juga hadir dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) yang digelar di ruang Rupatama Polres Pulau Buru, Selasa (2/7/2019).

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan setelah menghamili dua wanita itu, Briptu FM menelantarkan dua wanita itu sampai melahirkan.

Menurutnya, setelah menelantarkan dua wanita tersebut, kemudian Briptu FM menikahi dua wanita tersebut secara agama.

“Dia (FM) hanya menikahi dua wanita itu secara agama, tanpa ikatan dinas.”

Seorang Ayah Cabuli Anak Kandungnya hingga Hamil, Ngaku Tak Menyesal dan Lakukan ini Pada Polisi

Bupati Abdul Haris Cepat-cepat Rombak Pejabat Jelang Tahapan Pilkada Dimulai

Kisah Kompol Faisal Syahroni Brimob Polda Kepri BKO ke Jakarta Amankan Pemilu Saya Rindu Anak

Whatsapp, Facebook, dan Instagram Down Jadi Trending Topic di Twitter, Tak Bisa Kirim Gambar?

“Dia juga sempat menelantarkan mereka,” kata Roem kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2019).

Roem menilai perbuatan Briptu FM sangat mencoreng citra institusi kepolisian karena tercela dan tidak dibenarkan.

Dalam sidang KKEP, penuntut berharap agar Briptu FM dihukum sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Dalam sidang tersebut, Bripka FM dituntut melanggar Kode Etik Pasal 25 dan Pasal 26 Peraturan Kapolri Nomor 19/2012.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved