3 Bulan Terakhir, 38 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bintan, Kebanyakan Kebakaran Hutan

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar di tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Bintan mencatat kasus kebakaran yang ditangani selama tiga bulan terakh

3 Bulan Terakhir, 38 Kasus Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bintan, Kebanyakan Kebakaran Hutan
tribunnews batam/aminnudin
Warga dan pengguna jalan di jalur KM 16 Lintas Barat Toapaya, Bintan, melihat kobaran api di hutan dekat jembatan satu pada pukul 20.35 WIB, Senin (29/2/2016) malam. 

TRIBUNBINTAN.id,BINTAN - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar di tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Bintan mencatat kasus kebakaran yang ditangani selama tiga bulan terakhir di tahun 2019 sebanyak 98 kasus kebakaran.

Kepala UPT Damkar Khusus Kecamatan Gunung Kijang,Teluk Bintan dan Toapaya,Wendi menuturkan, bahwa kasus kebakaran yang mencapai 98 kasus ini adalah kasus kebakaran yang ditangani selama tiga bulan terakhir mulai Januari hingga Maret 2019.

"Sedangkan di bulan April hingga Juli saat ini belum ada kasus kebakaran yang ditangani,"terangnya, Rabu (03/7/2019).

Wendi juga menyebutkan, bahwa dari 98 kasus kebakaran yang ditangani, rata-rata merupakan kebakaran hutan yang mencapai 90 persen tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Gunung Kijang,Teluk Bintan dan Toapaya.

Rayakan Ulang Tahun ke-90 Imelda Marcos, 261 Orang Masuk Rumah Sakit. Benarkan Sengaja Diracun?

Turis Bangladesh Kunjungi Batam, Merasa Kecanduan dan Janji Akan Datang Kembali

Anak Wali Kota Bebas dari Vonis Kasus Politik Uang Setelah Banding, Begini Tanggapan Penyidik Polres

Warning Kemendagri Terkait Pemecatan PNS Korupsi, BKD Bintan Sebut Belum Dapat Informasi

"Rata-rata paling banyak kebakaran hutan, dan itu sangat disayangkan,"ucapnya.

Ia juga menyampaikan, kasus kebakaran hutan yang ditangani selama tiga bulan terakhir, paling banyak di bulan Februari. Dimana saat itu merupakan musim kemarau panjang. Sehingga sejumlah hutan pun terbakar di beberapa titik.

Tapi yang paling disayangkan kebakaran hutan juga ada yang disebabkan oleh ulah manusia.

Baik itu, awalnya karena membakar sampah dan hingga merambat tanpa diawasi.Ada juga yang memang disengaja di bakar untuk membuka lahan.

Pelaku Curat Kejar-kejaran Dengan Polisi, Walaupun Sudah Kena Tembak Tetap Mencoba Kabur

Seorang Ayah Cabuli Anak Kandungnya hingga Hamil, Ngaku Tak Menyesal dan Lakukan ini Pada Polisi

Bupati Abdul Haris Cepat-cepat Rombak Pejabat Jelang Tahapan Pilkada Dimulai

Kisah Kompol Faisal Syahroni Brimob Polda Kepri BKO ke Jakarta Amankan Pemilu Saya Rindu Anak

"Sungguh sangat disayangkan,sebab kita terbilang saat itu kewalahan melakukan pemadaman dibeberapa titik.Walaupun memang dapat diatasi,"keluhnya.

Dari kejadian itu, Wendi mengingatkan, kepada masyarakat agar tidak membakar hutan demi kepentingan membuka lahan.

Selain itu, warga juga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan. Jikalaupun ingin membakar sampah, mohon diperhatikan sampai api benar-benar padam.

"Tetapi kalau bisa masyarakat tidak usah membakar sampah, cukup dengan membuang sampah pada tempatnya,"tututrnya.

Ia juga berharap masyarakat bisa bekerjasama dengan petugas damkar untuk ikut serta menjaga hutan agar tidak terbakar.Apalagi saat ini memasuki bulan Juli 2019 cuaca panas sudah mulai menerpa wilayah Bintan.

"Mari kita jaga bersama-sama hutan kita yang ada di Bintan agar tidak terbakar lagi seperti tiga bulan yang lewat, kalau bukan dari kita yang menjaga siapa lagi,"tutupnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved