Tiga Bos Grup Garuda Indonesia Mengundurkan Diri dari Jajaran Komisaris Sriwijaya Air

Menyusul pemeriksaan dari KPPU tiga petinggi dari Garuda Indonesia Group menyatakan mengundurkan diri dari anggota dewan komisaris di Sriwijaya Group

Tiga Bos Grup Garuda Indonesia Mengundurkan Diri dari Jajaran Komisaris Sriwijaya Air
Tribunnews.com/ Ria Anatasia
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan saat ditemui di kantor KPPU, Jakarta, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Menyusul pemeriksaan dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) tiga petinggi dari Garuda Indonesia Group menyatakan mengundurkan diri dari anggota dewan komisaris di Sriwijaya Group.

Ketiga petinggi itu adalah Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

"Sebagai bentuk bukti komitmen dan upaya Perusahaan dalam mengedepankan penerapan Good Corporate Governance - termasuk kepatuhan terhadap prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat - maka pada hari ini, Selasa (2/7), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra selaku Komisaris Utama PT Sriwijaya Air, Pikri Ilham Kurniansyah dan Juliandra Nurtjahyo selaku Komisaris di PT Sriwijaya Air, secara resmi telah mengajukan pengunduran diri masing – masing dari jabatannya di PT Sriwijaya Air," demikian tulis Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, surat pengunduran diri tersebut telah dikirimkan hari ini (2/7) ke pemegang saham Sriwijaya Air dan Kementerian BUMN selaku pemegang saham seri A Dwiwarna, sebagai bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance dan mengacu pada ketentuan Anggaran Dasar (AD) yang ada.

Pesaing Baru WhatsApp, Namanya MeshTalk, Begini Kelebihannya

Begini Tips Setting Sensitivitas PUBG Mobile ala BiuBiu Team Secret

Bisa Ngga Yaa Motor Keyless Diganti dengan Kunci Model Biasa?

Sinopsis Film Spider-Man Far From Home Tayang di Bioskop Hari Ini, Begini Cara Pesan Tiket

 

Melalui surat pengunduran diri tersebut, PT Sriwijaya Air diminta untuk segera menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami menghormati proses pemeriksaan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) serta akan patuh dan terbuka terhadap hasil rekomendasi yang disampaikan oleh KPPU," jelasnya.

Sementara itu, ketiganya akan tetap menjabat di perusahaan berpelat merah tersebut.

"Garuda Indonesia sebagai BUMN dan perusahaan terbuka akan terus berkomitmen untuk selalu menjalankan prinsip kepatuhan atas peraturan yang berlaku dan berorientasi pada tata kelola bisnis yang accountable dengan memastikan fokus penyelerasan kinerja usaha dapat tercapai sesuai prinsip dan koridor aturan persaingan usaha yang sehat," pungkasnya.

Sebelumnya, KPPU memanggil Ari Askhara, Pikir Ilham Kurniansyah dan Juliandra terkait kasus rangkap jabatan.

Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, ketiga pejabat di perusahaan berpelat merah itu berpotensi melanggar pasal 26 Undang-Undang No. 5/1999 tentang Larangan Monopoli dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Dalam pasal tersebut disebutkan, seseorang yang menempati jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan dilarang merangkap jabatan yang sama apabila perusahaan-perusahaan tersebut:

1.Berada dalam pasar bersangkutan yang sama; 
2. Memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang dan atau jenis usaha; atau
3. Secara bersama dapat menguasai pangsa pasar barang dan atau jasa tertentu, yang dapat mengakibatkann terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.


Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved