Ketika Amsakar Achmat Optimis Bangun Jalan Tol di Batam, Nono Hadi Siswanto: Benahi Dulu Pelabuhan

Rencana pembangunan jalan tol di Kota Batam, Provinsi Kepri membuat anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Nono Hadi Siswanto angkat bicara.

Ketika Amsakar Achmat Optimis Bangun Jalan Tol di Batam, Nono Hadi Siswanto: Benahi Dulu Pelabuhan
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad soal sertifikat Kampung Tua Batam 
Pembangunan Jalan Tol Bukan Solusi Utama Penggerak Ekonomi Batam
 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rencana pembangunan jalan tol di Kota Batam, Provinsi Kepri membuat anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Nono Hadi Siswanto angkat bicara.
 
Nono Hadi Siswanto mengatakan pembangunan jalan tol bukan menjadi solusi penggerak perekonomian di Kota Batam.
 
"Saya pikir jangan bangun jalan tol dulu sebelum ada jalan menuju ke jalan tol itu," ujar Nono kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (7/4/2019).
 
Anggota dewan yang kerap disapa Cak Nono ini menilai untuk menggenjot perekonomian di Kota Batam bukan pembuatan jalan tol, melainkan infrastruktur di pelabuhan dibenahi total.
 
Setidaknya pelabuhan di Kota Batam mendekati pelabuhan di Singapura.
 
Sejumlah perwakilan 93 guru honorer Batam mengikuti pertemuan dengan Pemko Batam
Sejumlah perwakilan 93 guru honorer Batam mengikuti pertemuan dengan Pemko Batam (TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI)
"Dibenahi dulu pelabuhannya. Kalau memang menunjang swasta cepat ke pelabuhan atau ke Bandara itu tak pengaruh. Wong di Batam tak ada macet," ujar Nono Hadi Siswanto.
 
Nono Hadi Siswanto lalu menyoroti juga Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
 
Dia menilai sumber investasi di Bandara Hang Nadim begitu besar, sayangnya tidak digunakan secara baik.
Asisten Ekbang Pemko Batam, Pebrialin menyerahkan penghargaan Batam Marketing Champion 2019 kepada Denny Hendri Wijaya
Asisten Ekbang Pemko Batam, Pebrialin menyerahkan penghargaan Batam Marketing Champion 2019 kepada Denny Hendri Wijaya (ist)
"Coba lihat Bandara Hang Nadim, jam 9 malam udah sepi kan. Tak ada kegiatan di sana. Dari jam 9 malam sampai pagi disana itu tak ada kegiatan apapun," tutur Nono Hadi Siswanto.
 
Seharusnya, kata dia, Bandara Hang Nadim bisa menjadi tempat prioritas pengiriman barang di malam hari.
 
Itu dijadikan sebagai sumber bisnis; pesawat kargo bisa beraktivitas pada malam hari.
 
"Kan bisa pesawat kargo dilewatkan Batam.
Misalnya pengiriman ikan segar dari Batam menuju Jepang.
Sampai sana kan ikannya masih tetap segar.
Palingan beberapa jam saja.
Ke mana saja bisa dikirim.
Jadi waktu malam kargonya jalan.
Tenaga kerja terserap, pemasukkan pemerintah juga ada," kata Nono Hadi Siswanto.
 
Dia menambahkan sejauh ini dirinya belum mendengar ada anggaran pusat untuk pembangunan jalan tol di Kota Batam.
Kalau jalan tol itu dikejakan pada 2019 ini dikerjakan, otomatis proses pelelangan sudah mulai jalan.
 
"Kalau masuk anggaran di APBN 2019 saya rasa 2020 dibangun.
Mungkin perencanaan tahun ini sudah clear.
Sesudah persiapan lelang, biasanya ada konsultan pengawasnya.
Sampai sekarang pemenang tender aja siapa belum dengar," kata Cak Nono.
 

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad optimis bakal ada perubahan spektakuler di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Perubahan ini terjadi pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih untuk periode 2019-2024.

"Kita harapkan akan ada perubahan-perubahan spektakuler, hebat di Batam.

Ini berkat doa adik-adik juga. Yang membahagiakan dari apa yang disampaikan Pak Presiden (Jokowi) saat datang ke Batam, jalan tol, (pembebasan) UWT (uang wajib tahunan), kampung tua, sudah ada follow up-nya," kata Amsakar, usai menghadiri kegiatan paripurna di DPRD Kota Batam, Senin (1/7/2019).

Soal pembangunan Jembatan Batam - Bintan, Amsakar mengatakan, tak bisa memberikan komentarnya.

Dia meminta agar hal itu ditanyakan langsung kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

"Tanya Pak gubernur. Karena untuk hubungan antarwilayah, kabupaten atau kota dalam satu provinsi, itu ranah kewenangannya di provinsi sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," ujarnya.

 Bulan Madu di Singapura? Inilah Hotel Terbaik untuk Pasangan Baru Menikah

 TRANSFER PEMAIN, Diego Godin Resmi Gabung Inter Milan, Teken Kontrak Hingga 2022

 Candi Prambanan Saksi Cinta Soekarno & Hartini, Ternyata Ini Sisi Lain Cerita Candi Prambanan

 Panduan Naik MRT di Singapura, Beserta Jadwal Operasional

 

Amsakar lebih tertarik membicarakan progres jalan tol Batam.

Jalan bebas hambatan yang menghubungkan Batuampar - Mukakuning - Bandara Hang Nadim ini, sudah ada kelanjutannya.

Sekadar informasi, pembangunan jalan tol Batam sepanjang 25 km itu, masuk dalam proyek strategis nasional Indonesia 2018.

Diperkuat lagi dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

Baru-baru ini, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) dan konsultan pembangunan jalan, Hutama Karya datang ke Batam.

Mereka melakukan presentasi terkait opsi tapak-tapak jalan tol Batam. Apakah akan melewati badan jalan utama (jalur yang sama dengan fly over saat ini), atau dilakukan penyesuaian.

"Di pertemuan itu juga, Pak Wali pilih jalur dari Bandara tembak ke Batam Center, dekat kantor BP, Pemko, langsung ke Pelabuhan Batuampar. Kemudian dari celah-celah dekat Pemko dan BP baru dibuat tembus ke Mukakuning," kata Amsakar.

Jalan tol itu sengaja dipilih jalur lain, bukan jalur yang sudah ada saat ini.

Pertimbangannya, jika tapak jalan tol itu dibuat di jalur yang sama di fly over, relatif tetap membuat kemacetan di jalan, khususnya di saat kendaraan akan turun jalan tol.

Sementara tujuan pembangunan jalan tol ini, diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemacetan kendaraan di Batam ke depannya, di samping untuk mempermudah dan memperlancar arus keluar-masuk barang dari kawasan industri ke pelabuhan atau Bandara.

"Makanya dipilih jalur lain. Dari Bandara ke tepi pantai. Awalnya kita berpikir lewat laut.

Tapi biayanya besar dan harus memproyeksi beberapa tahun ke depan, kalau di teluk itu ada pengembangan.

Makanya kita pilih pantai, masuk ke Bengkong, Batuampar," ujarnya.

Tim saat ini sedang mengkalkulasi hitung-hitungan angkanya, termasuk soal Detailed Engineering Design (DED).

Ditegaskan, DED-nya nanti tergantung titik koordinat yang dipilih.

"Di saat bersamaan, tim kita dan BPN, dan tim mereka (kementerian, konsultan) melakukan survei rumah-rumah dan kantor pemerintah atau lainnya yang terdampak," kata Amsakar.

Dia memperkirakan butuh waktu 3 tahun untuk pengerjaaan jalan tol itu hingga selesai.

Jika tahun ini, segala sesuatu yang berkaitan dengan itu, termasuk rumah dan bangunan yang terdampak bisa diselesaikan.

"Tapi pak wali minta ke konsultan agar proses ini dipercepat," ujarnya. (tribunbatam.id/roma uly sianturi/dewi haryati)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved