Breaking News:

Ini Jumlah Kasus TKI Ilegal Seberang dari Malaysia ke Kepri Empat Bulan Terakhir, Ada yang Tewas Loh

TKI ilegal yang hendak menyeberang dari Malaysia melalui speed boat ditangkap lagi di perairan Kepri.

TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Foto TKI Ilegal yang diamankan Polda kepri saat digiring sebelum ekspose 

Mereka berasal dari Madura Jawa Timur, Lombok NTB dan Bengkalis Riau.

Selanjutnya keempat speedboat beserta tekong dan para TKI dibawa ke Mako Lanal TBK untuk diproses lebih lanjut.

Untuk belasan TKI akan dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun.

 BC Batam Tangkap Kurir Sabu di Bandara Hangnadim Batam, Pelaku Mengaku Butuh Uang Buat Modal Nikah

 Kondisi Terkini Ani Yudhoyono Pasca Dilarikan ke Ruang ICU, Anissa Pohan: Sempat Demam Tinggi

 Belum Rela atas Kepergian Putrinya, Mussahana Nekat Tidur Diatas Makam Anaknya

"Dugaan pelanggarannya speed boat tanpa dilengakapi dokumen yang sah dan 14 TKI ini tidak memiliki dokumen resmi.

Dari hasil pemeriksaan kita tidak ditemukan adanya barang terlarang seperti Narkoba," tambah Catur.

Catur menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga pengangkutan TKI ilegal ini telah dikoordinir oleh seseorang.

Sebab, speed boat yang digunakan para tekong tersebut memiliki bentuk yang sama.

"Diduga ada yang mengkoordinir. Indikasi telah sering melakukan penjemputan TKI ilegal ini ada," ujar Catur.

Catur menambahkan selain empat speed boat yang diamankan, ada tiga speed boat pembawa TKI ilegal lain berhasil melarikan diri.

"Sebenarnya mereka tujuh speed boat. Karena keterbatasan patroli, kita menangkap yang empat ini," ungkap Catur.

Pemulangan TKI ilegal dari Malaysia dengan speed boat tanpa dokumen pun sering mengalami kejadian nahas.

Speed boat yang mengangkut para TKI ilegal tenggelam.

Insiden tersebut disampaikan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta.

"Tim SAR sejauh ini berdasarkan informasi ke kita masih berupaya melakukan pencarian tiga korban lagi," kata Benyamin Sapta saat di hubungi TRIBUNBATAM.id, Jumat (10/5/2019).

Mengenai kapan batas waktu proses pencarian akan berlangsung, Benyamin mengatakan, belum mengetahui secara pasti.

Sebab Tim SAR sajalah yang menentukan batas pencarian.

"Kalau lamanya pencarian itu Basarnas yang menentukan," kata Benyamin Sapta.

 

 Jadwal Libur Anak Sekolah Mulai Ramadhan, Lebaran Hingga Kenaikan Kelas Tahun Ajaran 2018/2019

 AWAL Ramadhan, Jumlah Pengiriman Barang Dari Batam ke Luar Daerah Lewat Pos Masih Normal

 TERUNGKAP! Ternyata Ini Penyebab Penghitungan Suara di Sejumlah Kecamatan di Batam Lambat

Sementara itu, seorang tekong yang selamat dalam insiden bernama Hazrami (31) asal Aceh Utara sudah ditahan Polda Kepri.

Penahanan tersebut akan mempermudah pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah kita tahan inisial H(31) guna pemeriksaan lebih lanjut. Satu tekong lagi yang belum ditemukan bersama dua orang lagi," ujar Benyamin Sapta.

Dalam insiden tersebut, korban yang berhasil ditemukan sebanyak 7 orang dan 1 orang ditemukan sudah meninggal dunia.

Korban yang selamat adalah Zulhakkmi Juni Saputra (30), Nasrudin (31), Fadlon Fahmi (30), Hazrami (31), Darmiaty (29), Muhammad Sabri (31), serta Linda (31).

Korban yang ditemukan meninggal itu adalah sorang wanita. (tribunbatam.id/thomm limahekin)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved