Pengimpor Limbah Plastik di Kota Batam Mulai Menjerit, Biaya Sewa Kontainer yang Tertahan Melambung

Jika keputusannya re-ekspor ke negara asal, mereka meminta supaya waktunya bisa dipercepat.

Pengimpor Limbah Plastik di Kota Batam Mulai Menjerit, Biaya Sewa Kontainer yang Tertahan Melambung
TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Perusahaan pengimpor plastik di  Kota Batam meminta pemerintah segera mengambil langkah, terkait hasil uji laboratorium 65 kontainer limbah plastik di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepri.

Jika keputusannya re-ekspor ke negara asal, mereka meminta supaya waktunya bisa dipercepat.

Seperti diketahui, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam telah merilis hasil pemeriksaan fisik terhadap 65 kontainer bermuatan limbah plastik beberapa waktu lalu.

Hasilnya adalah 38 kontainer limbah plastik terkontaminasi B3, 11 kontainer limbah plastik tercampur sampah, dan 16 kontainer lainnya tidak mengandung B3 dan tidak tercampur sampah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2016 mengatur, importir wajib mengekspor kembali limbah plastik yang mengandung B3 dan yang tercampur sampah.

Artinya, ada 49 kontainer limbah plastik yang mesti dire-ekspor ke negara asalnya.

Sementara hingga saat ini, 65 kontainer yang sebelumnya disegel pihak BC Batam itu masih berada di Pelabuhan Batuampar.

Cetak Hattrick ke Gawang Persib Bandung, Amido Balde Masuk Daftar Top Skor Liga 1 2019

Pria Mabuk di Batam Ini Angkat Sampah Buang di Jalan, Tujuannya Buat Kita Geleng Kepala

Revitalisasi Pasar Induk Jodoh Terus Jadi Wacana, Tapi Tidak Kunjung Terlaksana, Ini 3 Alasannya

Jenazah Thoriq Rizki Ditemukan Tim SAR, Akan Dievakuasi Sabtu (6/7/2019) Pagi

Tim Surveyor, BC, daan KLH mengecek kontainer berisi sampah plastik di Pelabuhan Batuampar Batam, Rabu (19/6/2019)
Tim Surveyor, BC, daan KLH mengecek kontainer berisi sampah plastik di Pelabuhan Batuampar Batam, Rabu (19/6/2019) (TRIBUNBATAM)

"Kalau memang perintahnya dire-ekspor, tolong dipercepat.

Karena setiap hari kami yang tanggung biayanya," kata perwakilan PT Tan Indo Sukses, Marthen Tandirura yang hadir saat pertemuan dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Graha Kepri, Jumat (5/7/2019).

Dikatakan, setiap harinya mereka mesti menanggung biaya sekitar 500 dolar Singapura atau setara Rp 500.000.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved