Breaking News:

PT Timah Tbk Tetap Bangun Pagar Tutup Jalan Masuk Perumahan Mega Sedayu PN, Ini Dasar Hukumnya

Namun karena alasan menjaga aset dan telah membuat kesepakatan dengan pihak developer, PT Timah Tbk tetap menutup jalan tersebut.

TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
PT Timah Tbk tetap melakukan pemagaran di jalan masuk Perumahan Mega Sedayu PN, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (5/7/2019). 
TRIBUNNEWS.id, KARIMUN - PT Timah Tbk tetap melakukan pemagaran di jalan masuk Perumahan Mega Sedayu PN, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Pagar tembok itu mulai dibangun di atas lahan kepemilikan PT Timah Tbk pada Kamis (3/7/2019).
Sesuai rencana, pagar tembok itu akan dibangun setinggi satu meter. 
Warga perumahan sempat meradang hingga membuat aduan ke DRPD Kabupaten Karimun.
Namun karena alasan menjaga aset dan telah membuat kesepakatan dengan pihak developer, PT Timah Tbk tetap menutup jalan tersebut.
Adapun dasar PT Timah mengamankan aset mereka adalah surat edaran Menteri Badan Usaha Milik Negata (BUMN) Nomor: SE-09-MBU/2008 tanggal 23 Mei 2008, agar direksi BUMN melakukan pembenahan terhadap administrasi dan dokumen kepemilikan sah penguasaan aset perusahaan, termasuk melakukan pengamanan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian dan Kejaksaan.
Kemudian Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-09/MBU/2009 tanggal 25 Mei2009, agat direksi BUMN melaksanakan penarikan semua aset yang dikuasai oleh orang yang tidak berhak, termasuk dengan melakukan upaya hukum optimal.
Sekretaris Wilayah PT Timah Kepri, Eko Yori Faruza menjelaskan pihaknya mulai gencar menata kembali aset-aset yang telah lama terbiarkan melalui kebijakan manajemen, direksi, hingga holding BUMN pertambangan.
"Secara sistem keuangannya aset ini merupakan hal yang penting dan dijaga.
Jangan sampai nanti dimanfaatkan oleh orang lain.
 
Satu unit kapal isap produksi (KIP) Timah milik PT Timah Unit Produksi Prayun, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun dilaporkan mengalami kebakaran, Jumat (20/11/2015) subuh.
Satu unit kapal isap produksi (KIP) Timah milik PT Timah Unit Produksi Prayun, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun dilaporkan mengalami kebakaran, Jumat (20/11/2015) subuh. (tribunnews batam/istimewa)
Kita holding pertambagangan sebagai perusahaan BUMN dimita untuk menjaga aset-aset yang kita miliki," jelas Yori, Jumat (5/7/2019).
Menurut Yori, permasalahan yang terjadi bukanlah di PT Timah, akan tetapi antara pemilik lahan dengan pengembang perumahan.
Bahkan pengembang telah menyepakati mencari jalan altenatif sebagai akses keluar masuk perumahan.
"Lahan itu kepemilikan kita secara sah. Kemarin cukup lama masalah ini.
Koordinasi sejak awal sudah ada.
Tapi tak jumpa  titik temu, makanya kita tutup. 
Kalau gak dipagar mungkin gak selesai-selesai.
Malah kita dengar dulu ada pemilik memegang surat wasiat dan ternyata surat wasiat itu palsu.
Mungkin secata hukum mereka kalah," tambah Yori.
Mengenai surat dari DPRD Kabupaten Karimun, Yori menyampaikan pihaknya telah mengirimkan kembali surat balasan.
Isinya adalah tetap melakukan penutupan karena telah melakukan perundingan dengan pihak-pihak terkait. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Penulis:
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved