Ramai-Ramai Parpol Koalisi Minta Jatah Menteri, TB Hasanuddin: Kita Serahkan Saja Kepada Jokowi

tak usah rame ramelah, soal siapa yang jadi pembantu presiden Jokowi, kita serahkan saja kepada Jokowi, sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentuk

Ramai-Ramai Parpol Koalisi Minta Jatah Menteri, TB Hasanuddin: Kita Serahkan Saja Kepada Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TB Hasanuddin 

TRIBUNBATAM.id - Putusan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres pemenang Pemilu 2019 masih menyisakan banyak agenda politik.

Partai koalisi pengusung Capres dan Cawapres Jokowi-Maruf Amin kini melakukan berbagai manuver untuk bisa meraih kursi sebanyak-banyaknya di kabinet.

Dia menilai tidak semua partai koalisi solid mendukung pasangam nomor urut 01.

“Memang terlihat di banyak daerah caleg Golkar pun enggan memasang baliho Pak Jokowi,” kata dia, Kamis (4/7/2019).

Ini Daftar Diskon Pajak Kendaraan di Kepri, Beda Tahun Pembuatan Beda Diskon

INFO CPNS 2019 - Cek Syarat, Formasi dan Cara Daftar CPNS, Pemko Batam Ajukan Kuota 1.980 Orang

6 Fakta Ulah Imigran Asing di Kepri Buat Resah, Nomor 4 dan 6 Bikin Geleng Kepala

Ramalan Zodiak Jumat 5 Juli 2019 Hari Sagitarius Berat, Aquarius Lelah, Taurus Impulsif

Dia menegaskan, pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya unggul di 6 daerah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat seperti di Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Subang.

"Empat dari enam daerah yang menang adalah basis PDIP," jelas mantan Sekretaris Militer di era Presiden Megawati ini.

"Jika ada pimpinan TKD Jabar yang teriak-teriak menang banyak itu aneh. Karena dulu PDIP sendiri di depan dan dapat 40,22 persen. Sekarang ada TKD dan TKN,  cuma dapat 40,07 persen. Jadi wajarlah kader-kader kami meragukan kerja keras  sebagian teman teman di partai koalisi,“ kata dia.

Karena itu, dia menyatakan, para elite parpol tak perlu berlomba-lomba menarik perhatian agar dipilih sebagai menteri.

Urusan menteri, lanjutnya, merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Jadi menurut hemat saya, tak usah rame ramelah, soal siapa yang jadi pembantu presiden Jokowi, kita serahkan saja kepada Jokowi, sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentukan pembantu pembantunya," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved