BATAM TERKINI
2 Turis Jadi Korban Kejahatan, Anggota DPRD Batam: Ini Peringatan Bagi Masyarakat dan Aparat
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa geram dengan terulangnya kasus kejahatan yang menimpa turis di Batam.
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa geram dengan terulangnya kasus kejahatan yang menimpa turis di Batam.
Menurutnya, kondisi seperti ini membuat Batam terkesan tidak aman dan nyaman bagi para tamu mancanegara.
Padahal, arah pengembangan Batam saat ini untuk pariwisata.
Ia khawatir kejadian ini dapat merusak citra Batam di mata masyarakat luar dan mempengaruhi minat wisatawan datang ke Batam.
Pada akhirnya, pendapatan asli daerah (PAD) turun.
"Kita mengimbau semua pihak harus kerjasama untuk menjaga Batam aman dan nyaman. Jangan gara-gara kejadian ini Batam tercoreng. PAD kita turun," kata Musofa, Sabtu (6/7/2019).
Ia juga meminta pemerintah, bersama aparat keamanan harus bertindak tegas dan melakukan pencegahan terhadap tindak kejahatan.
Musofa mengatakan, kejadian kejahatan yang menimpa turis di Batam, menjadi peringatan bagi masyarakat, termasuk aparat keamanan.
Kalau masih ada ancaman terhadap Batam, yang selama ini dikatakan aman, nyaman bagi tamu luar maupun lokal.
Ia menilai, perlu diaktifkan kembali keberadaan polisi wisata keliling. Di samping itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) juga perlu diikutsertakan.
"Jangan Satpol PP cuma identik dengan alat pemerintah untuk penggusuran dan penertiban saja. Tapi Satpol PP juga perlu ditempatkan di lokasi-lokasi wisata bagi tamu mancanegara maupun tamu luar daerah yang datang ke Batam. Karena mereka-mereka ini penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita," ujarnya.
Pelaku Hipnotis Turis Singapura Dibekuk
Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polresta Barelang bersama Subdit III Ditkrimum Polda Kepri menangkap Jon Hendri alias Jon pelaku Pencurian Pemberatan (Curat) seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura.
Penangkapan ini dilakukan di kawasan Sagulung baru.
Sejauh ini, pelaku masih diperiksa di Polresta Barelang untuk keterangan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Sabtu (6/7/2019) siang mengatakan, pelaku baru saja ditangkap.
"Baru saja kita tangkap, korbannya orang Singapura," sebut Andri menerangkan.
Menurut Andri, modus yang dilakukan pelaku yakni hipnotis dengan cara memberi tumpangan kepada orang asing yang sedang mencari kendaraan.
"Korban itu mau pergi ke Nagoya, kemudian ditumpangi. Korban naik dan duduk di bagian depan. Saat ia turun mobil harta bendanya sudah habis. Dia mengaku tidak tahu uangnya ke mana. Seingat dia sudah diberikan ke pelaku ini," sebut Andri.
Menurut Andri, ini salah satu upaya Polisi untuk mengamankan wisatawan asing di Kota Batam.
"Kita masih lakukan pengembangan, seberapa banyak korban yang ia tipu," tegasnya.
Kejadian tersebut menurut andri Jumat Sore, Andri mengatakan kurang dari 24 jam pelaku bisa segera ditangkap.
"Intinya kalau korban cepat membuat laporan, kita juga akan cepat melakukan penyelidikan," tegasnya. (tribunbatam.id/dewi haryati/setiawan_koe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/muhammad-musofa.jpg)