Humas BNPB Sutopo Meninggal Dunia, Tetap Bekerja dalam Kondisi Sakit hingga Idolakan Raisa

Sutopo dikenal selalu memberikan informasi saat terjadi bencana di Indonesia. Apa pun yang jadi pertanyaan wartawan akan dia jawab baik melalui sosial

Humas BNPB Sutopo Meninggal Dunia, Tetap Bekerja dalam Kondisi Sakit hingga Idolakan Raisa
Twitter/@Sutopo_PN
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho bertemu Raisa. Foto ini diunggah Sutopo di akun Twitter-nya pada Selasa (6/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB. 

Sutopo dikenal selalu memberikan informasi saat terjadi bencana di Indonesia. Apa pun yang jadi pertanyaan wartawan akan dia jawab baik melalui sosial media atau pesan singkat di aplikasi bertukar pesan. 

Berikut 5 fakta Sutopo Purwo Nugroho yang dirangkum Kompas.com.

Sutopo bertemu Presiden Jokowi. (Kompas.com)
Sutopo bertemu Presiden Jokowi. (Kompas.com) (Kompas.com)

Sutopo aktif menggunakan sosial media, yakni Twitter dan Instagram. Melalui Twitter, Sutopo selalu menjelaskan bencana yang terjadi di Indonesia. Dia juga kerap membalas pesan yang dikirimkan masyarakat. 

Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di GuangzhouChina, Minta Maaf Sebelum Pergi Berobat

Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia, Ucapan Doa Terus Mengalir di Media Sosial 

Kabar Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia Diumumkan Lewat Cuitan Akun Direktorat BNPB

Kabar Duka, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia

Dia sudah mem-posting cuitan lebih dari 13.000 per Minggu (7/7/2019). Tercatat 234.000 akun menjadi follower atau pengikutnya di akun Twitter pribadinya. 

Ayah dua anak ini juga rajin mengirimkan rilis pers kepada wartawan. Dia selalu berusaha menjawab pesan atau telepon wartawan yang bertanya soal bencana.

2. Mengaku bukan orang cerdas

Pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu mengaku bukanlah pribadi yang pintar dan cerdas. Ia juga mengaku tidak pernah jadi anak pintar semasa awal sekolah. Kelas 2 SD, misalnya, Sutopo belum bisa baca tulis.

Ia juga berasal dari keluarga yang kekurangan. Namun, hal tersebut tak menjadi alasan dirinya untuk menyerah. Ia punya semangat untuk belajar dan mengejar ketertinggalan pelajaran. 

Hingga akhirnya, ia menjabat sebagai kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNBP pada usia 40-an. Dari sisi akademis pun, dia telah tamat S3.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved