KARIMUN TERKINI

Petugas Pasar Puan Maimun Karimun Dilatih Menguji Bahan Pangan yang Dijual di Pasar, Ini Tujuan

Menurut Yosef, agar terciptanya pasar aman hingga masyarakat ikut aman dalam mengkonsumsi, perlu dibangun koordinasi di tingkat Pemerintah Daerah

Petugas Pasar Puan Maimun Karimun Dilatih Menguji Bahan Pangan yang Dijual di Pasar, Ini Tujuan
HUMAS PEMPROV KEPRI
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Pasar Puan Maimun Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Petugas pasar Puan Maimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, telah dilatih untuk menguji bahan-bahan pangan dari zat berbahaya.

Latihan yang diberikan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam ini bertujuan memberdayakan petugas pasar demi menjaga keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.

"Jadi petugas pasar terlatih dan bahkan dapat mengawal keamanan pangannya," kata Kepala BPOM Batam Yosef Dwi Irwan yang dihubungi pewarta beberapa waktu lalu pasca keluarnya hasil uji penegasan sampel bahan makanan dari Pasar Puan Maimun.

Yosef menyebutkan dari kegiatan monev pasar aman di Karimun, pihaknya menemukan sejumlah makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Namun temuan tersebut baru sebatas pedagang dan belum menyentuh distributor ataupun produsennya.

Pemkab Karimun Bawa Pulang 2 Penghargaan dari Acara Hari Keluarga Nasional Ke 26 Tahun 2019

Lionel Messi Dapat Kartu Merah di Laga vs Chile, Pelatih Argentina Heran; Apa yang Dilakukan Messi?

Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman Marc Marquez Start Paling Depan, Quartararo 2, Valentino Rossi No 11

"Ini bukan hanya tugas Badan POM saja, tapi juga Pemda, penjual dan konsumen sendiri," ujarnya.

Menurut Yosef, agar terciptanya pasar aman hingga masyarakat ikut aman dalam mengkonsumsi, perlu dibangun koordinasi di tingkat Pemerintah Daerah, melalui OPD-OPD terkait.

"Kita ambil sisi positif agar dapat dibangun tim koordinasi di tingkat pemda yang bernaggotakan Dinas Kesehatan dan Perdagangan ataupun yang lain."

"Seperti jika ada kerupuk bahan bakunya ikan yang mengandung formalin, maka bisa juga menggandeng Dinas Perikanan."

"Jadi bisa dibentuk tim koordinasi antara lembaga Kementerian atau Dinas untuk pengawasan, pembinaan dan tindak lanjutnya," papar Yosef.

Diharapkan Yosef pengawasan pangan dapat ditindaklanjuti hingga ke sumber atau produsen, yang mana bisa saja berasal dari dalam Provinsi Kepri ataupun dari luar.

"Kita siap masuk untuk pembinaan. Kita ingin tindak lanjut dari sumbernya. Jadi masyarakat benar-benar aman saat belanja di pasar rakyat," ujarnya.

"Semua barang yang masuk di pasar harus terdaftar. Jadi bisa menelusurinya darimana perolehannya. Ini langkah awal kita menyingkapi bersama-sama mengenai pengawasan pangan," tambahnya. (tribunbatam.id/ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved