Warga Jemaja Rindukan Pesawat Boeing Mendarat di Bandara Letung, Begini Alasannya

‎Warga Pulau Jemaja merindukan pesawat sekelas Boeing mendarat di Bandara Letung.

Warga Jemaja Rindukan Pesawat Boeing Mendarat di Bandara Letung, Begini Alasannya
Tribun/Septyan Mulia Rohman.
Pesawat maskapai komersil saat mendarat di Bandara Letung Des Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Warga Pulau Jemaja merindukan pesawat sekelas Boeing mendarat di Bandara Letung Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri.

Mukhtar, seorang warga Desa Bukit Padi mengatakan, pesawat berbadan besar masuk ke Anambas memberikan pengaruh besar pada kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Saat ini, baru pesawat dengan tipe ATR sajalah yang beroperasi di Bandara ini dengan rute Batam - Letung dan Tanjungpinang - Letung PP.

"Kalau lah landasannya lebih panjang, mungkin pesawat seperti yang kita lihat di Bandara Batam atau Tanjungpinang bisa kita lihat juga di Jemaja.
Memang butuh proses, ‎tapi rasanya tidak ada yang tidak mungkin," ujar Mukhtar saat ditemui di sebuah kedai kopi di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan Minggu (7/7/2019) sore.

Klasemen MotoGP 2019 - Marc Marquez Kokoh di Posisi 1, Valentino Rossi Tertahan Posisi 6

Ini Rumah Kontrakan Sederhana Tempat Sutopo Lahir, Tentangnya Ini Kenangan Khusus Tetangga

Setiap Weekend Jalan Trans Barelang Macet Parah, Antar Pengendara Tidak Mau Mengalah

Jadwal Final Piala Indonesia 2018 - Laga Persija Jakarta vs PSM Makassar Akan Digelar Dua Leg

Mukhtar menambahkan, masuknya makapai komersial dengan armada sekelas Boeing tidak hanya menambah ramai aktivitas di Bandara, namun juga berpengaruh kepada harga tiket dari dan menuju Letung yang bisa saja jauh lebih terjangkau.

Saat ini, maskapai komersial yang beroperasi di Bandara Letung menjual tiketnya mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu.

Meskipun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi langkah yang diambil pihak terkait ‎sehingga maskapai komersial dapat beroperasi di Bandara yang sudah beroperasi sekitar 3 tahun terakhir ini.

"Dari awal maskapai Susi Air dengan harga tiket Rp 300 ribu. Sampai maskapai Wings Air yang beroperasi sampai sekarang," ungkap Mukhtar.

Aktivitas yang dilakukan oleh nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Bupati meminta camat agar memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di wilayahnya, selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Aktivitas yang dilakukan oleh nelayan tradisional di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Bupati meminta camat agar memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di wilayahnya, selain menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. (Dok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas)

Tidak hanya soal landasan pacu Bandara, jalan masuk dan keluar Bandara pun, menurutnya, perlu direalisasikan dengan segera.

Jalan yang masih berada dalam tahap pengerjaan, penting mengingat Bandara merupakan satu pintu masuk ke Anambas. ‎

"Sama seperti pelabuhan, Bandara juga menjadi wajah suatu daerah.
Kalau saja ada orang yang baru pertama kali datang ke Anambas dan melihat kondisinya berbeda dengan Bandara lainnya, tentu itu menimbulkan kesan yang kurang baik. Sementara, Anambas punya potensi pariwisata," beber Mukhtar.

Rencana perpanjangan dan perluasan Bandara ini pun, sebelumnya sempat disinggung Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Saat berkunjung ke Desa Mubur, Kecamatan Siantan Utara, Nurdin Basirun mengatakan perluasan dan perpanjangan landasan pacu di Bandara Letung penting dilakukan dalam mendukung aksestabilitas, termasuk menunjang potensi pariwisata di Anambas.

Detik-detik Penangkapan Begal, Pelaku Incar Korban yang Jalan Sendirian

Pasangan Menempel Saat Berhubungan Intim, Jangan Panik Begini Solusi Mengatasinya

Soal Kasus Bobby Jayanto, Polres Tanjungpinang Datangkan Ahli Pidana, Begini Kata Efendri Ali

Batam Masih Seksi Untuk Dikunjungi Wisatawan Mancanegara, Banyak yang Terpincut Dengan Alamnya

Koordinasi dengan Menteri Perhubungan pun diakuinya telah dilakukan guna membahas aksestabilitas dan transportasi di Kepri.

"Saya pun heran, setiap kunjungan saya ke Anambas, pasti banyak yang mau ikut. Sayangnya, pesawatnya terbatas. Oleh karena itu perlu rasanya Bandaranya diperluas dan diperpanjang," ungkap Nurdin Basirun.(TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved