Ini Sejumlah Menteri yang Disentil Jokowi Karena Lamban Soal Perizinan: Provinsi Saya Urus Sendiri

Presiden Joko Widodo kembali murka soal lambatnya perizinan yang menghambat investasi sehingga membuat ekspor tak bergerak.

Biro Pers Presiden/Rismen
Presiden Joko Widodo 

Sebab, wisatawan baik lokal dan mancanegara terus berdatangan untuk menikmati keindahan kota Manado.

Namun, perizinan ini terhambat di Kementerian ATR/BPN.

"Kita kurang hotel, hotel sudah berbondong-bondong mau bikin, urusan yang berkaitan dengan tata ruang sebetulnya dari menteri BPN bisa selesai dengan kesepakatan-kesepakatan yang memang harus itu dilakukan," kata dia.

Jokowi mengingatkan jajarannya agar tidak terbelit dengan rutinitas, namun seluruh kementerian dan lembaga harus berani melihat masalah dan tantangan yang real di lapangan.

"Saya kira kerja yang terintegrasi, kerja tim antar kementerian ini yang harus didahulukan," sambungnya.

Sementara itu, teguran yang diberikan Jokowi untuk Jonan dan Rini karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Neraca Perdagangan Nilai impor Januari-Mei turun mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

Namun, Jokowi menilai angka tersebut belum memuaskan karena nilai impor masih tinggi.

"Coba dicermati angka-angka ini dari mana kenapa impor jadi sangat tinggi, kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali," kata Jokowi.

"Hati-hati di Migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini. Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Kepala Negara.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved