Kapan Kontainer Limbah Plastik di Re-Ekspor ke Negara Asal? Perusahaan Rugi Harus Bayar Tiap Hari

Permasalahan Kontainer berisi limbah plastik di Batam masih belum ada kejelasan. Sejauh ini, Puluhan Kontainer yang berada di Pelabuhan Batu Ampar ma

Kapan Kontainer Limbah Plastik di Re-Ekspor ke Negara Asal? Perusahaan Rugi Harus Bayar Tiap Hari
TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Permasalahan Kontainer berisi limbah plastik di Batam masih belum ada kejelasan.

Sejauh ini, Puluhan Kontainer yang berada di Pelabuhan Batu Ampar masih tersusun rapi.

Setelah keluar hasil Laboraturium kalau 38 kontainer tersebut mengandung limbah B3, tentunya upaya terakhir yakni melakukan Re-ekspor kenegara asal.

Kendati sudah ada perintah tersebut, namun puluhan kontainer sampah itu belum juga dikirim ke negara asal.

Pasca dikeluarkannya hasil laboratorium terhadap 65 kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, hingga saat ini 38 kontainer limbah plastik yang dinyatakan tercemar limbah B3 masih ditahan di Pelabuhan Batu Ampar.

Perwakilan PT Tan Indo Sukses, Martin mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan terhadap puluhan kontainer tersebut.

Komnas Perempuan Soroti Kasus Baiq Nuril: Apa MA Tidak Baca Aturan yang Dibuatnya Sendiri?

Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro 2020. Jokowi Kembali Soroti Lemahnya Investasi dan Ekspor

Daftar Top Skor Liga 1 2019, Ciro Alves Geser Amido Balde, Dedik Setiawan Bersaing Diposisi 5

Menebak Tenaga Rupiah di Tengah Dunia yang Tak Pasti Hingga Akhir Tahun

"Kita banyak mengeluarkan biaya setiap harinya. Kita mengeluarkan kurang lebih 500 SGD setiap kontainer di Pelabuhan itu. Tak mungkin pemerintah yang tanggung itu kamilah yang tanggung," ujar Martin sebelum melangsungkan RDP di Komisi I DPRD Kota Batam, Senin (8/7/2019).

Itu artinya, jika satu kontainer harus membayar 500 SGD dengan kurs Sekitar Rp 10 ribu, per kontainer dikenakan biaya Rp 5 jutaan. Padahal saat ini, jumlah kontainer yang dinyatakan mengandung limbah B3 dan harus dire-ekspor ada sebanyak 38 kontainer.

Sehingga biaya yang harus dikeluarkan perusahaan pemesan barang itu sebanyak Rp 190 juta per harinya hingga barang itu akan di re- ekspor.

Diakuinya kalau memang proses bisa lebih cepat, bisa mengurangi beban pengusaha. Sampai saat ini importir juga belum menerima surat.

Halaman
123
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved