Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro 2020. Jokowi Kembali Soroti Lemahnya Investasi dan Ekspor

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyepakati hasil pembicaraan pendahuluan RAPBN 2020

Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro 2020. Jokowi Kembali Soroti Lemahnya Investasi dan Ekspor
KONTAN
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyepakati hasil pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. 

Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI bersama Menteri Keuangan, Meteri PPN/Kepala Bapenas, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) menyepakati asumsi makro pendahuluan untuk RAPBN 2020.

Anggota Banggar DRP RI John Kennedy Aziz mengatakan, kesepakatan dicapai sesuai dengan hasil rapat dan laporan dari panja-panja. 

Pertumbuhan ekonomi 2020 disepakati berkisar 5,2%-5,5%.

KPPU: Proses perkara dugaan kartel tarif tiket pesawat akan ditentukan pekan depan

Menebak Tenaga Rupiah di Tengah Dunia yang Tak Pasti Hingga Akhir Tahun

Samsung Paling Teruk, Perang Dagang Korea Selatan vs Jepang Seperti Dihantam Dua Kali

Kesepakatan ini lebih rendah dari usulan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) yang berkisar 5,3%-5,6%. 

“Perkiraan tersebut cukup realistis mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik dan prospek pelemahan ekonomi global, serta terobosan kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah,” ujar John saat membacakan hasil kesepakatan. 

Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani
Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (Kontan)

Laju inflasi ditetapkan berada pada rentang 2%-4% untuk tahun 2020. Nilai tukar rupiah diperkirakan pada level Rp 14.000 - Rp 14.500. per dollar Amerika Serikat (AS). 

Beberapa faktor yang diperkirakan sangat berpengaruh terhadap pergerakan rupiah di 2020 antara lain risiko berlanjutnya perang dagang dan dampaknya pada volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia, serta masih defisitnya neraca transaksi berjalan. 

Tingkat suku bunga SPN 3 bulan tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 5%-5,5%. Sementara, harga minyak ICP diperkirakan dalam rentang US$ 60 - US$ 70 per barel. 

“Harga minyak diperkirakan masih dipengaruhi oleh gangguan geopolitik seperti berlanjutnya sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran, ketidakpastian pemangkasan produksi minyak mentah negara-negara OPEC+, serta potensi masih berlanjutnya perang dagang AS dan China,” lanjut John. 

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved