BATAM TERKINI

TERUNGKAP! Ternyata Begini Cara Penjaga Kantin LPKA Batam Bawa Ekstasi Dalam Penjara Anak

Otoritas pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Kota Batam, mulai mengungkap modus ‘masuknya” pil ekstasi di wilayah kerja mereka.

TERUNGKAP! Ternyata Begini Cara Penjaga Kantin LPKA Batam Bawa Ekstasi Dalam Penjara Anak
WARTAKOTA
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Otoritas pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Kota Batam, mulai mengungkap modus ‘masuknya” pil ekstasi di wilayah kerja mereka.

RS, pemuda berusia 20 tahun, Minggu (7/7/2019) petang, ditemukan membawa narkoba jenis inex ke dalam penjara anak.

Pemuda ini sudah sebulan bekerja sebagi pramuaji di Kantin LPKA Batam, di Jalan Sudirman, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Dari hasil pemeriksaan awal, RS termasuk “pengedar” lihai.

RS sempat menolak untuk diperiksa.

Alasannya, dia termasuk “karyawan” kantin PKA Kota Batam.

Kantin yang berada di bagian belakang kompleks Lapas Anak ini dikelola resmi oleh koperasi lapas.

Namun, pengelolaannya diserahkan ke pihak ketiga.

Saat didapati membawa beberapa butir inex, RS menyisipkannya dalam helai tisu.

Bawa Ekstasi, Seorang Petugas Penjaga Kantin Penjara Anak Tertangkap

Tagihan Biaya 65 Kontainer Limbah Plastik Membengkak, DPRD Batam Minta Pemerintah Cepat Bertindak

Syaria Nyaris Batal Terbang ke Mekkah, 1.792 JCH Embarkasi Haji Batam Akhirnya Tiba di Tanah Suci

Motor Masih Gres Baru Sekali Bayar Cicilan, Honda Beat Efrina Digondol Maling di SP Plaza Batam

Menurutnya, RS memang rutin untuk keluar masuk di lapas tersebut.

"Baru bekerja sekitar sebulan lebih. Namun koperasi kantin itu dikelola pihak ketiga, tidak kami langsung yang mengelolanya," ucap Novriadi.

Ia mengatakan, pihaknya takut jika peredaran narkotika di woyaha kerjanya, jadi pasar narkoba.

Keresahan ini beralasan. Beberapa warga binaan lapas perempuan dipenjara karena kasus pidana peredaran narkotika, psikotropika, dan obat berbahaya (Narkoba) di Batam.

Inex atau ekstasi sendiri sangat berbahaya terhadap para penggunanya.

Selain memiliki dampak jangka pendek seperti menurunnya nafsu makan, insomnia, pusing dan demam, kram otot, tremor (bergerak tanpa sadar), berkeringat dingin, penglihatan buram, meningkatnya denyut jantung, serta tekanan darah meningkat, inex juga akan mendatangkan efek jangka panjang seperti depresi dan kebocoran serotonin (penghubung antar sel saraf otak) otak. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved