Jalan Beton di Samping RSUD Tarempa Masih Diperbaiki, Warga Terpaksa Gunakan Pelantar Kayu

Rian seorang warga yang biasa melewati jalan itu, menanti perbaikan jalan beton mulai dari titik di samping RSUD Terempa.

Jalan Beton di Samping RSUD Tarempa Masih Diperbaiki, Warga Terpaksa Gunakan Pelantar Kayu
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Jalan Beton di samping RSUD Terempa Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri sedang diperbaiki. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pelantar berbahan kayu masih digunakan sebagai penghubung jalan Selayang Pandang (SP) di Kota Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri yang mengalami kerusakan pasca dihantam gelombang laut pada awal tahun 2019.

Rian seorang warga yang biasa melewati jalan itu, menanti perbaikan jalan beton mulai dari titik di samping RSUD Terempa sampai ke depan sebuah restoran dengan panjang ‎sekitar 100 meter.

"Sama-sama merasakan lewat pelantar kayu 'kan.

Sebab, jalan beton di sebelahnya yang sempat roboh sedang diperbaiki," ujar Rian kepada TRIBUNBATAM.id, ‎Selasa (9/7/2019).

Meski masih menggunakan pelantar kayu sebagai penghubung, namun jalan sementara ini menurutnya lebih baik daripada harus melewati jalan Cengkareng 'Aduhai yang hanya memiliki lebar sekitar 2 meter dan kontur berbukit.

Atau pengguna jalan harus memutar melewati jalan lingkar Tarempa - Rintis hanya untuk sampai ke Kantor Bupati di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan.

Rekomendasi 6 Tempat Wisata Untuk Pecinta Seni dari Singapore Pop Artist

Viral Pria Pakai 15 Baju Sekaligus, Tolak Bayar Bagasi Pesawat

Disney Rilis Trailer Maleficent 2: Mistress of Evil Perkenalkan Musuh Baru Maleficent

Tiap Tahun Proses PPDB di Batam Selalu Bermasalah, Nuryanto: Harusnya Pemko Punya Data Base

‎"Pelantar kayu itu cukup membantu untuk bisa sampai ke ujung jalan.

Misalnya ketika mau ke Kantor Bupati di atas.

Cuma, kalau jalan betonnya sudah siap kan lebih enak lagi," ungkap Rian.

Jalan pelantar kayu ini pun hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua.

Meski dapat dilewati melalui dua sisi, namun pengendara bermotor harus mengantre dan berhati-hati ketika melintas di jalan itu.

Kondisi jalan kayu yang bisa saja licin, terlebih saat hujan memang memerlukan kehati-hatian bagi pengendara motor yang melintas.

Jalan yang menjadi satu ikon Kota Tarempa ini, dibangun secara bertahap sejak Anambas masih bergabung dengan Kabupaten Natuna. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman).

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved