Pencaker Datangi PTSP Anambas, Rebut Lowongan Kerja di Sub Perusahaan Migas

Pencaker itu hendak mencoba peruntungan dengan melamar pekerjaan pada stu sub perusahaan Migas yang memiliki base di Matak.

Pencaker Datangi PTSP Anambas, Rebut Lowongan Kerja di Sub Perusahaan Migas
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi pencari kerja. Thinkstockphotos.com 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Pencari kerja (Pencaker) di Anambas mendatangi Kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Pencaker itu hendak mencoba peruntungan dengan melamar pekerjaan pada stu sub perusahaan Migas yang memiliki base di Matak.

"Sudah beberapa hari terakhir ini datang ke kantor.

Pada prinsipnya kami hanya memfasilitasi saja," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Sekretarisnya, Eka Saputra Selasa (9/7/2019).

Eka menjelaskan, kalau perusahaan yang membutuhkan lowongan pekerja menyurati dinas teknis itu. ‎

Dalam surat yang diterima dinas pada tanggal 2 Juli 2019, diketahui kalau perusahaan itu membutuhkan 18 orang dengan posisi juru ikat beban (rigger) untuk mendukung keperluan pengeboran.

Investasi Membaik, Batamindo Sebut Urus Izin Usaha di Batam Mudah Lewat Online Single Submission

Kronologi Perusakan Altar Gereja Santo Yoseph Denpasar, Pelaku Berdoa, Menangis lalu Mengamuk

JCH Asal Kabupaten Bintan Ikuti Simulasi Gladi Posko, Begini Manfaatnya

Berlibur Mewah ala Crazy Rich Asian , Nikmati 12 Destinasi Wisata Terbaik di Singapura

Pemerintah Daerah melalui OPD, menurut Eka, akan meneruskan informasi berdasarkan surat yang diterima dari pihak perusahaan.

Selain memfasilitasi dan membantu pencari kerja, pihaknya juga membantu warga Anambas yang hendak mencari kerja, termasuk dari sisi transparansi.

Beberapa perusahaan pun seringkali mengirimkan surat lowongan kerja kepada OPD.

"Berkas yang sudah masuk, nantinya akan diserahkan kepada perusahaan.

Perusahaan yang melakukan proses seleksi.

Setelah ada pengumuman kualifikasi, pengumuman itu biasanya disampaikan kepada kami," ungkap Eka.

‎Dalam kualifikasi yang diminta, perusahaan meminta batasan umur maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal SMP.

Pencaker pun diminta memahami SIO Migas juru ikat beban yang masih berlaku serta valid, termasuk berpengelaman minimal 1 tahun sebagai rigger.

"Kemudian terdapat persyaratan administrasi lain yang diperlukan seperti foto kopi dokumen kependudukan. Dan kartu kuning dari kami. Untuk penerbitan kartu kuning ini, kami siap membantu selama persyaratan yang diminta dipenuhi," ungkap Eka. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved