Sita Dokumen Proyek Korupsi Bupati Muzni, KPK Geledah 3 Lokasi di Solok Selatan

"KPK lakukan penggeledahan di 3 lokasi hari ini, yaitu Kantor Bupati, LPSE, dan Kantor Dinas PU Kabupaten Solok Selatan," ujar Juru Bicara KPK Febri D

Sita Dokumen Proyek Korupsi Bupati Muzni, KPK Geledah 3 Lokasi di Solok Selatan
Kompas.com
KPK menggeledah rumah Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Ulak karang, Kota Padang, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 3 lokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Penggeledahan hari ini, Selasa (9/7/2019) terkait kasus dugaan suap Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

Febri menyebut KPK menyita sejumlah dokumen proyek dari penggeledahan itu. Namun, ia tak menjelaskan detail dokumen proyek apa saja yang disita.

"Diamankan sejumlah dokumen-dokumen proyek," kata Febri.

Sebagai informasi, KPK belum menahan Muzni setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 7 Mei 2019.

Muzni selaku Bupati Solok Selatan diduga menerima hadiah atau janji dalam bentuk uang atau barang senilai total Rp460 juta dari pemilik grup Dempo/PT Dempo Bangun Bersama (DBD) Muhammad Yamin Kahar terkait dengan pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pertanahan (PUTRP) Kabupaten Solok Selatan tahun 2018.

Antrean Hingga 23 Tahun, Jadi Alasan Warga Pamekasan Daftarkan Bayi Usia 1 Tahun Berhaji

Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia

Aksi Pria Pakai 15 Baju Sekaligus Jadi Viral, Tolak Bayar Biaya Tambahan Bagasi Pesawat

Terapkan Tata Kelola Baik, BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Ajak Stakeholder Dukung Good Governance

Terhadap Muzni disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap Muhammad Yamin Kahar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Diduga pemberian uang dari Yamin Kahar kepada Muzni itu telah terealisasi terkait proyek jembatan Ambayan berjumlah Rp460 juta dalam rentang waktu April-Juni 2018.

Pertama, sejumlah Rp410 juta dalam bentuk uang dan kedua Rp50 juta diterima dalam bentuk barang.

Selanjutnya pada Juni 2018, Muzni meminta agar uang diserahkan kepada pihak lain sebesar Rp25 juta diserahkan kepada Kasubag Protokol untuk THR pegawai dan Rp60 juta diserahkan kepada istri Muzni.

Sedangkan terkait dengan proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan, Yamin Kahar sudah memberikan kepada bawahan Musni yang merupakan pejabat di Solok sejumlah Rp315 juta.

Artinya, Yamin Kahar mengeluarkan Rp775 juta untuk suap proyek-proyek di Solok Selatan dengan rincian Rp460 juta diserahkan kepada Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan Rp315 untuk anak buah Muzni.

Demi Fantasi dan Uang, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Sah ,Tawarkan Kencan Bertiga

Tak Kuasa Nahan Hasrat Birahi Jelang Pernikahan, Chat Mesum soal Organ Intim Nyasar di WhatsApp Grup

Hoaks dan Fakta Tak Pernah Kerja di NASA Tapi Audrey Yu Jia Hui Pernah Jadi Penerjemah di PBB

Belatar Belakang Politik, TGPF Sebut Jenderal Polisi Bintang 3 Diperiksa dalam Kasus Novel Baswedan

KPK juga telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 3 Mei 2019 terhadap Muzni dan Yamin.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geledah 3 Lokasi di Solok Selatan, KPK Sita Dokumen Proyek Korupsi Bupati Muzni

Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved