Politikus Nasdem Ini Tak Percaya Gubernur Kepri Kena OTT : Jam 4 Pagi Dia di Pulau

Sang Gubernur, kata Taufiq, pukul 04.00 WIB pagi berangkat ke sebuah pulau lain di luar ibu kota Kepri

Politikus Nasdem Ini Tak Percaya Gubernur Kepri Kena OTT : Jam 4 Pagi Dia di Pulau
Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri Nurdin Basirun fersi Partai Nasdem tidak benar terkena operasi tangkap tangan (OTT).

Informasi tersebut disampaikan anggota Dewan Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi kepada awak media, Kamis (11/7/2019).

Dilansir dari Tribunnews.com, Taufiqulhadi menegaskan, Nurdin Basirun yang juga kader NasDem itu jelas tak terbukti tertangkap tangan.

Kisah Pilu Ina, Mengurung Diri Akibat Malu Gagal Berangkat Haji, Padahal 3 Kali Ikut Manasik

HP ANDROID TERBARU Juli 2019 - Adu Spesifikasi Vivo S1 vs Y17, Simak Harga Terbaru HP Vivo

Kenalkan Ulefone Armor Flip, Hape Flip Paling Tangguh di Dunia

Terseret Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, 8 Staf Desa & BPD Kukup Tambelan Diperiksa

Politikus Nasdem Teuku Taufiqulhadi.
Politikus Nasdem Teuku Taufiqulhadi. (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)
 

Taufiq pun menjelaskan kronologi penangkapan Nurdin Basirun.

Sang Gubernur, kata Taufiq, pukul 04.00 WIB pagi berangkat ke sebuah pulau lain di luar ibu kota Kepri.

Setelah itu, pukul 06.00 WIB, petugas KPK menjemput dia dan membawa ke rumah dinasnya.

"Di rumah dinas itu, ia dinyatakan OTT, dengan menunjukkan alat bukti berupa uang 6000 dolar singapura, equivalen 60 juta rupiah. KPK meng-OTT sang gubernur dengan uang dikantongnya sendiri sebesar 60 ribu Singapura tersebut," kata Taufiq melalui keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Legislator NasDem ini lantas mempertanyakan alasan Nurdin ditangkap tangan oleh KPK.

Lantaran dalam peristiwa itu tak ada pihak yang disuap.

"Saya ingin tanya, di mana ada bukti pidana penyuapan sehingga ia di OTT? Seharusnya, kalau 'tangkap tangan' atau ditambah frasa 'operasi' lagi, harusnya terbukti di tempat bahwa telah terjadi penyuapan. Di tempat kejadian, seharusnya ada penyuap dan yang disuap. Ini si penyuap tidak da. Tapi kok disebut OTT?" tegasnya.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved