KPK Ambil 13 Tas dan 16 Kotak Berisi Uang dari Rumah Dinas, Hingga Malam Uang Belum Selesai Dihitung

Penggeledahan juga dilakukan oleh tim KPK di rumah dinas Gubernur Kepri, Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

KPK Ambil 13 Tas dan 16 Kotak Berisi Uang dari Rumah Dinas, Hingga Malam Uang Belum Selesai Dihitung
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Jumat (12/7/2019) siang. Beberapa anggota polisi berjaga di sekitar rumah dinas dengan senjata lengkap. Dua hari sebelumnya Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ditangkap tim KPK karena terjerat kasus dugaan korupsi izin prinsip dan pemanfaatan wilayah laut di Tanjung Piayu Kota Batam. 
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -  Komisi Pemberantasan KPK menggeledah ruang kerja dan sekretariat Gubernur Kepri di Kantor Gubernur Kepri serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Jumat (12/7/2019).
Penggeledahan juga dilakukan oleh tim KPK di rumah dinas Gubernur Kepri, Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Mereka mencari barang bukti dan melengkapi proses penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pemberian izin prinsip dan pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kota Batam.
Fabri Diansyah Humas KPK merilis via WhatsApp membenarkan KPK mengirimkan tim untuk melakukan penggeledahan.
"KPK telah menugaskan tim untuk melakukan kegiatan penggeledahan di Provinsi Kepulauan Riau hari ini," kata Febri Diansyah , Jumat (12/7).
Dia menyebutkan penggeledahan merupakan rangkaian penyidikan pelengkap barang bukti dalam dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut.
"Penggeledahan berkaitan penyidikan proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan," kata Febri.
Menurut Febri, ada empat titik penggeledahan. 
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019) (Irwan Rismawan/Tribunnews.com)
Lokasi tersebut adalah Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Gubernur Dompak, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap.
"Dari Rumah Dinas Kepulauan Riau KPK menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing.
Kami sedang melakukan proses penghitungan terhadap uang tersebut," tutur Febri.
Sementara itu informasi yang didapat di lapangan, ada 16 kotak berisi uang pecahan berbagai macam mata uang baik rupiah maupun mata uang asing.
Informasi juga didapatkan bahwa uang bernilai miliaran rupiah dari sejumlah kotak penyimpanan di dalam rumah dinas gubernur.
"Selain itu, di lokasi lain KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan," tutup Febri. 
Hingga malam ini KPK masih melakukan penggeledahan.
"Uangnya banyak. Belum selesai-selesai dari siang dihitung," kata sumber di lapangan.(TRIBUNBATAM.id/Wahib Waffa).
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved