BATAM TERKINI

Senin Ajaran Baru, Korban Zonasi SMAN 14 Nangis: Kami Ingin Sekolah Pak Wali!

Calon siswa korban zonasi yang gagal masuk SMAN 14 Batam mendatangi kantor Walikota Batam dan minta kepastian dari orang nomor satu di Batam tersebut.

Senin Ajaran Baru, Korban Zonasi SMAN 14 Nangis: Kami Ingin Sekolah Pak Wali!
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Calon siswa korban zonasi yang gagal masuk SMAN 14 Batam menggelar aksi di kantor DPRD Kota Batam, Kepri, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman dan Safari Ramadan menemui rombongan calon siswa SMAN 14 Batam yang tak bisa diterima akibat aturan zonasi di gedung DPRD Kota Batam, Jumat (12/7/2019).

Aman meminta mereka bersabar karena masih ada tahapan lagi terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

"Kami minta sabar. Aspirasinya kami tampung," kata Aman.

Dari teriakan-teriakan calon siswa itu, diketahui tahapan kedua proses PPDB telah selesai. Dan masih banyak calon siswa yang tak diterima.

Tak puas dengan jawaban anggota DPRD, mereka berpindah tempat ke Gedung Wali Kota Batam. Teriakan-teriakan menuntut ingin sekolah tetap mereka suarakan.

Mereka menuntut hal sama. Pasalnya Senin (15/7/2019) teman-teman mereka yang lolos sistem zonasi untuk SMA sudah memulai proses belajar di sekolah.

"Kami minta sekolah pak. Kami minta sekolah pak," teriak anak-anak itu.

Video Detik-detik Gubernur Kepri Digiring Keluar Gedung KPK dengan Rompi Tahanan & Tangan Diborgol

Ditolak SMAN 14 Batam, Korban Zonasi: Kami Tak Butuh Piagam Kami Butuh Sekolah

BREAKINGNEWS - Ditolak SMAN 14 Batam Akibat Zonasi, Puluhan Calon Siswa Datangi Kantor Dewan

Daftar Rumah Makan Padang di Wilayah Batam Center

Daftar Lokasi ATM Bank Riau Kepri di Kecamatan Batam Kota

Beberapa di antara mereka terlihat frustrasi, bahkan ada yang menangis. Mereka berharap tuntutan mereka untuk sekolah di negeri bisa dipenuhi Wali Kota Batam.

"Cepatlah pak keluar. Kasih kami kepastian. Kami ingin sekolah," kata mereka.

Diantara anak-anak itu datang mengenakan pakaian seragam SMP. Hingga saat ini mereka masih bertahan di Gedung Wali Kota.

"Tak guna," kata seorang anak melempar empat sertifikat penghargaan ke lantai depan, Gedung Wali Kota. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved