IHSG Sepekan Stagnan Meski Banyak Isu Positif, Begini Kata Analisis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepakan ini ditutup stagnan. Padahal, banyak isu positif yang jadi bahan bakar IHSG.

IHSG Sepekan Stagnan Meski Banyak Isu Positif, Begini Kata Analisis
KOMPAS.COM
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017). 

TRIBUNBATAM.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepakan ini ditutup stagnan. Padahal, banyak isu positif yang jadi bahan bakar IHSG.

Pada perdagangan Jumat (12/7), IHSG turun 0,68% ke 6.373,34. Namun bila dilihat selama periode satu minggu, IHSG hanya melemah 0,002%.

Meski begitu asing tercatat masih mencatatkan beli bersih senilai Rp 2,2 triliun dalam seminggu ini.

Analis Reliance Sekuritas, Kornelis Pandu Wicaksono mengatakan, sepekan ini banyak isu positif yang menggerakkan IHSG.

Seperti, rilis data penjualan ritel Indonesia yang naik 7,7%, prospek positif perseteruan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan GWM dan rencana Presiden Joko Widodo menurunkan pajak perusahaan.

Ingin Merintis Bisnis Event Organizer? Yuk Perhatikan 4 Tips Ini

Mengatasi Bau Tangan Pada Masa Menggendong Bayi, Begini Caranya

Renault Triber, MPV 7-Seater Bermesin 1.000 CC untuk Indonesia

Begini Lho Cara Kerja Dispenser dan Cara Merawat Agar Awet

 

Meski beragam sentimen positif, Kornelis menambahkan, IHSG sudah naik terlampau tinggi.

Sehingga terjadi aksi ambil untung. "Penurunan IHSG disebabkan oleh kenaikan bursa beberapa hari terakhir sudah priced-in, sehingga terjadi profit taking yang kebetulan terjadi di akhir pekan sehingga IHSG melemah tipis," ujar dia.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, isu pemangkasan suku bunga menjadi sentimen mempengaruhi IHSG pada pekan depan.

Dia memprediksi, BI belum akan menurunkan suku bunga di bulan ini, sehingga akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Kornelis juga bilang, pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis neraca dagang yang diperkirakan defisit US$ 1,38 miliar. Karena itu, dia memproyeksikan IHSG melemah di 6.350–6.450. Dan Chris memproyeksikan, IHSG bergerak di 6.270–6.390.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved