Resmi Jadi Plt Gubernur Kepri, Isdianto: Pemerintahan Harus Jalan, Kerja, Kerja, Kerja

SK tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Mendagri, Hadi Prabowo di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Gedung A Kemendagri RI.

Resmi Jadi Plt Gubernur Kepri, Isdianto: Pemerintahan Harus Jalan, Kerja, Kerja, Kerja
istimewa
Wakil Gubernur Kepri H Isdianto menerima surat keputusan (SK) dari Sekretaris Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Wakil Gubernur Kepri H Isdianto menerima surat keputusan (SK) pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri di Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

SK tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Mendagri, Hadi Prabowo di Ruang Sidang Utama Lantai 3 Gedung A Kemendagri RI.

"Bapak sudah terima SK tadi. SK diserahkan langsung oleh Sekretaris Mendagri," kata Ardi, ajudan Isdianto kepada TRIBUNBATAM.id.

Setelah menerima SK, Isdianto langsung diserbu oleh awak media yang sudah menunggu di luar Ruang Sidang Utama Lantai 3 Gedung A Kemendagri RI.

Kilas Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo, Sudah Beri Sinyal Sejak Berkunjung ke Bali

Masuk Daerah Rawan Kejahatan, Dishub Batam Bakal Pasang CCTV di 70 Persimpangan Jalan

Gratis Dikunjungi, Inilah 3 Tempat Wisata Paling Romantis di Singapura

Gantikan Ayu Ting-Ting, Sosok Wika Salim Jadi Sorotan, Pernah Kontroversi?

"Pemerintahan harus berjalan. Karena itu, setelah ini kita harus kerja, kerja dan kerja," ungkap Isdianto sebagaimana disampaikan oleh Rizal Saputra, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Publikasi pada Biro Humas Protokol dan Penghubung Provinsi Kepri.

Rizal Saputra menginformasikan Plt Gubernur Kepri itu tidak mau berlama-lama di Jakarta setelah menerima SK tersebut.

Dia langsung bergegas ke Bandara Soekarno - Hatta untuk terbang kembali ke Tanjungpinang.

"Beliau sudah berada dalam perjalanan ke Bandara," ungkap Rizal.

Isdianto menjadi Plt Gubernur Kepri setelah Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terjerat kasus operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (10/7/2019).

Nurdin terjerat kasus dugaan suap pemberian izin prinsip dan pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Selain Nurdin, KPK juga menetapkan Edy Sofyan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri dan Budi Hartono Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada DKP.

Sedangkan Abu Bakar sebagai pihak swasta diduga sebagai pemberi uang kepada Nurdin.

Pada konferensi pers yang di Gedung Merah Putih KPK, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengungkapkan Nurdin diamankan tim KPK di rumah dinasnya, Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Rabu (10/7/2019) malam. 

 Pasukan AS Melongo Menyaksikan Marinir TNI AL Bisa Kuat Perang saat sedang Berpuasa

 Curanmor Batam Incar Motor Matic, Simak Tips Rakit Sendiri Kunci Rahasia Bermodal Rp 5.000

 HASIL PIALA AFRIKA 2019, Singkirkan Pantai Gading, Aljazair ke Semifinal, Bertemu Nigeria

 Download Musik MP3 Senorita Versi Dangdut Koplo Cover Via Vallen

Tim KPK juga mengamankan NWN,  di dalam rumah dinas Gubernur Kepri.

"Dari sebuah tas di rumah Nurdin Basirun, KPK mengamankan sejumlah uang," kata Basaria.

Jumlah uang tersebut terdiri dari 43.942 Dollar Singapura, 5.303 Dollar Amerika, 5 Euro 407 Ringgit Malaysia, 500 Riyal dan Rp 132.610.000.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019) (Irwan Rismawan/Tribunnews.com)
Halaman
123
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved