BATAM TERKINI

Wilayah Kepri Rawan Suap dan Gratifikasi Izin Reklamasi, Musofa: Kaji Dulu Urgensinya

Wilayah Kepri disebut sangat rawan kasus suap dan gratifikasi terkait perizinan reklamasi, ini pesan anggota Komisi DPRD Batam, Muhammad Musofa.

Wilayah Kepri Rawan Suap dan Gratifikasi Izin Reklamasi, Musofa: Kaji Dulu Urgensinya
TRIBUNNEWS
Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditahan KPK dalam kasus suap izin reklamasi, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut karena 2 kasus sekaligus yakni suap dan gratifikasi.

Orang nomor satu di Kepri itu terjerat kasus yang menjadikannya sebagai tersangka berkaitan dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019 dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Diketahui, reklamasi, adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa menilai, pengurusan izin reklamasi memang sangat rawan terjadi sogok-menyogok.

Apalagi untuk wilayah Batam, Karimun, Tanjungpinang dan Bintan.

Ke empat wilayah ini dinilai punya akses reklamasi yang cukup besar.

"Ada celah untuk bermain. Reklamasi ini memang rawan," kata Musofa kepada Tribun, Sabtu (13/7/2019).

Dia menilai, sebenarnya, reklamasi itu bisa saja dilakukan dan tak bermasalah di kemudian hari.

Tolak Pinjamkan Motor, Refaldo Dikeroyok 5 Remaja di Sagulung Batam

DAFTAR Mal di Batuaji dan Sagulung Batam

Ketua MUI Batam Apresiasi Pertemuan Jokowi-Prabowo: Mari Rajut Persaudaraan

Makna di Balik Angka 757 Bagi Nurdin Basirun, Nomor Plat Mobil hingga Nama Klub Bola

Dengan catatan, masing-masing pihak, baik pengusaha maupun pejabat mengikuti koridor yang ada, taat aturan dan perundang-undangan lainnya.

"Kita prihatin dengan OTT (operasi tangkap tangan) gubernur ini," ujar politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved