Mulai Diterapkan 17 Agustus, Ini Cara Supaya Hape BM Nggak Diblokir

Bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Kemendag, mekanisme pemblokiran ponsel-ponsel black market ini nantinya akan menggunakan nomor IMEI

Mulai Diterapkan 17 Agustus, Ini Cara Supaya Hape BM Nggak Diblokir
Instagram/kemenperin_ri
Peraturan pemblokiran ponsel BM akan diterapkan mulai 17 Agustus 2019 

TRIBUNBATAM.id - Seperti yang udah diberitain HAI sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan segera melakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal atau lebih dikenal dengan sebutan black market mulai 17 Agustus mendatang.

Bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Kemendag, mekanisme pemblokiran ponsel-ponsel black market ini nantinya akan menggunakan nomor IMEI sebagai acuan.

Jadi, ponsel-ponsel yang IMEI-nya nggak kedaftar pada mesin identifikasi milik Kemenperin akan secara otomatis diblokir oleh operator seluler pada hari ulang tahun Indonesia ke-74 mendatang, di mana membuatnya menjadi nggak bisa digunakan.

Melalui unggahan di akun Instagram, ada beberapa alasan mengapa Kemenperin menerapkan kebijakan tersebut, di antaranya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dalam negeri, serta melindungi konsumen dan industri ponsel.

Ladies, Ini Lho Beda Hatchback dan City Car, Jangan Salah Kaprah Saat Di GIIAS 2019

Aksesoris Vespa Sprint 150 Ditawar Rp 15,5 Juta, Ada Diskon hanya Bayar Rp 9,5 Juta Aja

Moto Guzzi V85TT Akhirnya Resmi Dipamerkan ke Publik Indonesia

Cumi Paprika Merica Hitam yang Lezat, Cocok Sebagai Menu Makan Malam

Buat kalian yang belum tahu, pemutihan di sini maksudnya adalah periode di mana pemilik ponsel black market bisa meregistrasikan nomor IMEI mereka ke database Kemenperin, sehingga ponsel nggak terblokir setelah regulasi mulai diterapkan.

"HP BM yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus akan mendapat pemutihan yang regulasinya  sedang disiapkan," jelas Kemenperin seperti yang dikutip HAI dari Kompas.com.

Pihak Kemenperin pun mengatakan masyarakat saat ini tidak perlu panik dan terburu-buru untuk mengecek nomor IMEI mereka apakah terdaftar atau nggak, karena hingga saat ini halaman tersebut masih dalam tahap persiapan.

"Saat ini halaman cek IMEI sedang disiapkan. Masyarakat tidak perlu terburu-buru untuk mengecek IMEI HP miliknya. Kemenperin mengumpulkan data IMEI yang disamakan dengan operator untuk aplikasi cek IMEI," terangnya lebih lanjut.

Jadi, buat yang pegang ponsel black market, jangan lupa daftarin IMEI pada masa pemutihan yang disediakan oleh Kemenperin kalau nggak mau hp-nya diblokir dan jadi pajangan. (*)

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved