Jokowi Keluhkan Pembangunan Destinasi Wisata Lambat, Rp 6,4 Triliun Akan Dikucurkan

Pada rapat tersebut Jokowi juga mengeluhkan fasilitas dalam daerah pariwisata. Penataan pedagang dan perbaikan fasilitas harus diperhatikan Pemda

Jokowi Keluhkan Pembangunan Destinasi Wisata Lambat, Rp 6,4 Triliun Akan Dikucurkan
editor
Turis asing yang berlibur ke Indonesia, sedang mengabadikan penari tradisional 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan lambatnya pembangunan destinasi pariwisata.

Padahal pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata yang akan dibangun dan lima di antaranya menjadi prioritas. Namun, pembangunannya lambat lantaran banyaknya persoalan di lapangan.

Jokowi mengatakan, ia menemukan masih ada masalah dalam hal pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih terus dibenahi.

Saat Jokowi mengunjungi Manado, Sulawesi Utara dan Labuhan Bajo, ia masih menemukan kendala yang menghambat masuknya investasi di sektor pariwisata.

"Masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih kita benahi," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (15/7/2019). 

Banggar DPR Pangkas Subsidi, Harga Solar Diperkirakan Naik

Banyak Berita Positif, Rupiah Makin Perkasa di Bawah 14.000 per Dolar AS

Asosiasi Mengeluh Limbah Plastik B3 Jadi Tontonan Nasional, Pengusaha Tidak Dapat Kepastian

Lima lokasi destinasi wisata yang menjadi prioritas pembangunan adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Manado, Labuan Bajo, dan Mandalika yang akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021.

Presiden melanjutkan, masalah akses menuju daerah pariwisata juga masih perlu dibenahi. Infrastruktur yang ada perlu dibenahi agar konektivitas menuju daerah pariwisata menjadi lebih baik.

Pada rapat tersebut Jokowi juga mengeluhkan fasilitas dalam daerah pariwisata. Penataan pedagang dan perbaikan fasilitas seperti toilet harus dilakukan.

"Saya minta pemerintah provinsi turun ke bawah sehingga orang masuk betul diberikan pelayanan yang baik," terang Jokowi. 

Sumber daya manusia (SDM) pariwisata juga perlu ditingkatkan. Hal itu untuk memberikan pelayanan bagi pengunjung secara baik dan profesional. 

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved