Selain Mie Tarempa, Masyarakat Anambas Punya Makanan Khas Nasi Dogong, Harganya Murah Meriah

Selain mie yang sudah terkenal itu, ada makanan lain yang harus kalian coba saat datang ke Kabupaten Anambas.

Selain Mie Tarempa, Masyarakat Anambas Punya Makanan Khas Nasi Dogong, Harganya Murah Meriah
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Makanan khas masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Makanan khas Anambas tidak hanya Mie Tarempa saja.

Selain mie yang sudah terkenal itu, ada makanan lain yang harus kalian coba saat datang ke Kabupaten Anambas, Provinsi Kepri ini.

Nasi Dogong namanya.

Nasi ini dibungkus menggunakan daun pisang dicampur dengan potongan ikan Simbok (sebutan untuk ikan Tongkol) berkuah kari gurih yang khas.

Download Musik MP3 Lagu Nella Kharisma Lintang Ati di Android dan iPhone

VIRAL Kecanduan Main Game di Hape, Pemuda Ini Depresi & Alami Gangguan Jiwa

2 Golnya Dianulir Wasit saat Barito Putera vs Bali United, Yabes Tanuri Minta Liga 1 2019 Pakai VAR

Atmadinata Ditarik Syahrul dari Provinsi ke Kota Untuk Jadi Kadisdik Tanjungpinang

Belum ada informasi jelas mengapa nasi ini disebut dengan nama Nasi Dogong.

Nasi ini mudah ditemukan pada sejumlah kedai kopi di Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas.

Soal harga, anda tidak perlu takut.

Nasi ini biasa dijual dengan harga Rp 2 ribu per bungkus.

Nasinya biasa dinikmati dengan secangkir teh atau kopi hangat dengan gorengan semisal risol atau epok-epok berisi kentang maupun sayur.

Selain pilihan menu sarapan, nasi ini juga sering disajikan ketika syukuran atau selepas proses tepung tawar.

Selain nasi dogong, terdapat Kernas.

Makanan berbahan dasar ikan yang dihancurkan dan dibuat pipih, kemudian dibalut dengan tepung dan biji sagu.

Adonan ini kemudian digoreng dan disajikan bersama kuah sambal cair.

Harga Kernas dijual mulai Rp 2 ribu tergantung dari ukurannya.

Kedua makanan ini lebih enak dinikmati selagi masih panas. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved