Usai Jokowi Bertemu Prabowo, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) nampaknya benar-benar menjadi suplemen bagi rupiah.

Usai Jokowi Bertemu Prabowo, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI
Ilustrasi rupiah 

TRIBUNBATAM.id - Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) nampaknya benar-benar menjadi suplemen bagi rupiah.

Pada hari Senin (15/7) rupiah jadi mata uang paling kuat di Asia.

Mengutip Bloomberg pada pukul 11.30 WIB, rupiah di pasar spot ada di level Rp 13.934 per dollar Amerika Serikat (AS) alias menguat 0,52% dibanding penutupan akhir pekan lalu yang ada di Rp 14.008 per dollar AS.

Mata uang Garuda juga lebih tangguh dibanding sejumlah mata uang negara Asia lain di hadapan USD.

Ringgit Malaysia misalnya menguat 0,12%. Sedangkan dollar Singapura menguat tipis 0,03%.

Pengguna Dompet Digital DANA Tembus Lebih dari 15 Juta Pengguna

Yamaha YZF-R1M & YZF-R1 Versi 2020 Diperkenalkan di World Superbike, Ini Ubahannya

HP ANDROID TERBARU 2019 - Inilah Daftar 3 Hape yang Segera Meluncur di Indonesia

Ramalan Zodiak Besok Selasa 16 Juli 2019, Capricorn Boros, Taurus Mager, Sagitarius Terpesona

 

Sejumlah mata uang Asia lain juga ikut menguat jelang siang ini yakni rupee India, bath Thailand, dan won Korea Selatan.

Sedangkan yen Jepang dan dollar Hong Kong melemah di hadapan dollar AS.

Analis Monex Investindo Faisyal mengungkapkan faktor yang menyebabkan rupiah menguat lebih banyak berasal dari dalam negeri.

Dari faktor domestik, Faisyal mengungkapkan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto di akhir pekan lalu memberi dorongan paling besar terhadap penguatan rupiah di pagi ini.

"Paling tidak meredakan ketegangan politik sehingga investor cukup yakin perkembangan ekonomi akan berjalan cukup kondusif juga," ujar Faisyal.

Sependapat, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim juga menyebutkan dampak pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo merupakan yang utama dalam memberi pengaruh terhadap pergerakan rupiah.

Selain itu, Ibrahim juga menyebutkan adanya dampak dari pidato Presiden Jokowi terkait visi Indonesia, Minggu (15/7) malam.

"Pidato Jokowi kemarin luar biasa karena akan fokus terhadap infrastruktur jadi sesuai dengan program saat pilpres. Ini memang sedikit mengangkat sentimen positif terhadap pergerakan rupiah," ujar Ibrahim.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved