Pakar UGM: Pembangunan Ekonomi Batam Harus Selaras Dengan Pembangunan Ekologi

Ketika dibangun 30 tahun lalu, tata ruang Batam sudah didesain berdasarkan kemampuan lingkungan saat itu.

Pakar UGM: Pembangunan Ekonomi Batam Harus Selaras Dengan Pembangunan Ekologi
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Foto tangkapan udara Dam Baloi. Dam Baloi tak bisa lagi digunakan karena pertumbuhan penduduk di area tangkapan air tak terkendali. Batam harus fokus menjaga daerah tangkapan air. Jika tidak daya dukung dan daya tampung Batam berpotensi terus tergerus, sehingga daya saing kawasan juga menurun. 

TRIBUNBATAM.id – Komitmen pembangunan ekonomi di Batam harus terus diselaraskan dengan pembangunan ekologi.

Jika tidak daya dukung dan daya tampung Batam berpotensi terus tergerus, sehingga daya saing kawasan juga menurun.

Pakar Hukum Lingkungan Universitas Gajah Mada (UGM) DR Harry Supriyono mengatakan, jika mengacu kepada konsep strategi yang diberikan kepada UU, pembangunan harus dilaksanakan dengan 3 pilar.

Yakni pembangunan ekonomi, ekologi dan masyarakat.

Ketiga pilar tersebut tidak bisa dipisahkan.

“Komitmen pembangunan ekonomi tidak boleh dipisahkan dengan pembangunan ekologi. Jika itu terjadi, maka Batam akan hancur perlahan. Karena daya dukung dan daya tampungnya akan terus menurun,” ujar Harry Supriono.

Ketika dibangun 30 tahun lalu, tata ruang Batam sudah didesain berdasarkan kemampuan lingkungan pada saat itu, dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Namun dalam perjalanannya, perkembangan penduduk aktifitas ekonomi bisa menyebabkan daya dukung lingkungan menjadi turun.

Hal ini harus menjadi perhatian para pengambil kebijakan di daerah.

ATB-BP Batam Festival Hijau, Gerakan Menanam Pohon untuk Masa Depan

ATB Siap Jadi Perusahaan Air Ramah Lingkungan

ATB-BP BATAM Festival Hijau, Ajak Pesepeda Lihat Kondisi Dam Sei Harapan Pasca Kekeringan

Arah kebijakan tidak boleh lepas dari konsep pembangunan berkelanjutan, dan jangan sampai mengorbankan lingkungan.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved