Breaking News:

Proyek Pipa Dibatalkan, Malaysia Pindahkan dengan Paksa Rp 3,4 Triliun dari Perusahaan China

Saya tidak melihat alasan China untuk tidak puas karena kita tidak mengambil uang untuk proyek yang sudah dikerjakan, tetapi yang belum dikerjakan

Bernama
Proyek pipanisasi di Sabah, Malaysia, yang dihentikan oleh PM Mahathir Mohamad 

Kontrak tersebut sangat janggal karena tidak dilakukan studi kelayakan yang jelas. Sempat diselidiki oleh kejaksaan agung Malaysia, namun dihentikan tanpa kejelasan.

Salah satu kejanggalan kontrak itu adalah, pembayaran proyek diatur berdasarkan waktu, bukan dari hasil pekerjaan.

Dus, negara telah mengusurkan dana hingga 88 persen sementara pengerjaan proyek sejak Juli 2017 baru 13 persen.

Kabarnya, uang tersebut dialirkan ke perusahaan Jho Low di Kepulauan Cayman.

Setelah rezim Najib Razak tumbang, Lim Guan Eng langsung melaporkan kasus ini ke SPRM atau KPK Malaysia.

Namun CPP membantah laporan media yang mengklaim uang untuk saluran pipa itu dialihkan ke perusahaan di Kepulauan Cayman.

Sebelumnya, Mahathir juga sempat menghentikan proyek kereta api (ECRL) senilai RM44 miliar, namun akhirnya dilanjutkan kembali setelah Mahathir meminta pemangkasan proyek itu menjadi RM44 miliar atau sekitar Rp 151,8 triliun.

Sama dengan ECRL, Mahathir juga menyebutkan bahwa proyek pipa ini berbiaya tinggi.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved