Karena Salah Nama, Pria Ini Tak Pernah Tertangkap Selama 30 Tahun Selalu Bolak-balik Johor-Singapura

Seorang pria warga negara Malaysia menjadi buron Singapura selama 30 tahun dan tidak pernah tertangkap karena namanya salah eja.

Karena Salah Nama, Pria Ini Tak Pernah Tertangkap Selama 30 Tahun Selalu Bolak-balik Johor-Singapura
Overland Metalhead
Woodland checkpoint Singapura-Johor Bahru, Malaysia 

TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Seorang pria warga negara Malaysia menjadi buron Singapura selama 30 tahun dan tidak pernah tertangkap karena namanya salah eja.

Pria ini bernama Arumugam Veerasamy (61) berasal dari Johor Bahru, Malaysia, dituduh melakukan pembunuhan terhadap majikannya pada 28 Agustus 1986.

Selama 30 tahun ia menjadi buron pihak berwajib amun tak pernah tertangkap, padahal ia terus bolak-balik Johor-Singapura tanpa bersalah setelah itu.

Ternyata, nama yang tertulis pada izin kerja di Singapura salah eja sehingga ia tak pernah bisa tertangkap di pintu perbatasan kedua negara, Woodlands.

Hasil Lengkap & Klasemen Liga 1 2019, Tira Persikabo Kokoh Dipuncak

Jadwal Pemadaman Listrik di Batam Rabu 17 Juli 2019, Durasi Mati Lampu 2-3 Jam

Ahok Tertutup Jadi Menteri Jokowi atau Capres 2024, Ini Penyebabnya

Niat Kunjungi Rumah Calon Menantu, Rombongan Sekeluarga Ini Justru Ditipu, Mobil Dibawa Kabur

Dilansri TribunBatam.id dari Channel News Asia, Arumugam akhirnya tertangkap pada September 2016 lalu atau 30 tahun setelah melakukan pembunuhan setelah petugas melakukan pemeriksaan melalui teknologi sidik jari.

Arumugam Veerasamy dijatuhi hukuman penjara 8,5 tahun, Senin (15/7/2019) oleh pengadilan Singapura setelah mengaku bersalah atas satu tuduhan yang menyebabkan kematian orang lain.

Uniknya, Arumugam yang sudah jadi kakek-kakek tidak tahu bahwa dia dicari karena pembunuhan sehingga merasa tak ada masalah bolak-balik antara Johor Bahru-Singapura, kata pengacaranya, Siraj Shaik Aziz.

Kasus pembunuhan tahun 1986 itu terjadi saat Arumugam bekerja sebagai pekerja konstruksi melalui Muthiah Kutha Lingam (43) yang juga berasal dari Johor.

Muthiah diketahui sebagai pemasok tenaga kerja untuk proyek-proyek konstruksi dan telah mempekerjakan Arumugam beberapa kali.

Perselisihan muncul akibat gaji yang diterima Arumugam tidak sesuai dengan kesepakatan. Ia hanya dibayar Sin $ 10, jauh dari kesepakatan Sin$ 45.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved