KILAS SEJARAH

Kisah Pembajakan Pesawat Woyla Garuda Indonesia oleh 5 Teroris di Udara Palembang-Medan

Pesawat itu dibajak di udara antara Palembang-Medan sekitar pukul 10.10 WIB. Kopassus dikerahkan untuk melakukan aksi penyelamatan

Kisah Pembajakan Pesawat Woyla Garuda Indonesia oleh 5 Teroris di Udara Palembang-Medan
(Dok. Kompas)
Pesawat Garuda PK-BNJ "Woyla" yang dibajak pada 28 Maret 1981 silam 

Dilansir dari TribunJambi (grup Tribun Batam), saat itu Kopassus tengah melakukan operasi pembebasan sandera penumpang pesawat Garuda Woyla,

23 Maret 1981, pesawat komersil Garuda Indonesia DC-9 'Woyla' dengan 48 penumpang dibajak lima teroris.

Karena urusan bahan bahan, bandara itu terpaksa mendarat di Bandara Don Muang, Thailand.

TNI langsung mengerahkan pasukan antiteror Kopassus di bawah komando tokoh intelien Mayjen TNI Benny Moerdani untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera.

Pasukan yang dikomandani Kolonel Sintong Panjaitan itu kemudian melakukan berbagai latihan agar operasi pembebasan sandera berhasil dalam hitungan menit.

Karena jika operasi berlangsung lama, lebih dari lima menit misalnya, para penyandera bisa memiliki waktu lebih untuk melakukan perlawanan.

Imbasnya, bisa memakan korban jiwa lebih besar.

Ketika sekitar 30 personel pasukan antiteror latihan, mereka menggunakan senapan serbu M16A1 buatan Amerika.

Sekadar informasi, senapan serbu ini begitu populer saat Perang Vietnam meletus.

Tapi senapan M16A1 sebenarnya kurang cocok untuk digunakan dalam pertempuran jarak dekat dan efek dari tembakan pelurunya pun bisa merusakkan pesawat.

Bagaimanapun juga, tujuan operasi pembebasan sandera di pesawat DC-9 selain untuk menyelamatkan penumpangnya juga menyelamatkan pesawat agar bisa dioperasikan lagi.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved