BATAM TERKINI

Pelabuhan Batu Ampar Amblas Tak Diperbaiki, Harga Bahan Pokok di Batam Jadi Mahal

Amblasnya dermaga selatan di Pelabuhan bongkar muat, Batuampar Batam menjadi salah satu potensi terjadinya kelangkaan dan tingginya harga bahan pokok

Pelabuhan Batu Ampar Amblas Tak Diperbaiki, Harga Bahan Pokok di Batam Jadi Mahal
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Suasana pasar Tiban Centre. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Amblasnya dermaga selatan di Pelabuhan bongkar muat, Batuampar Batam menjadi salah satu potensi terjadinya kelangkaan dan tingginya harga bahan pokok di pasaran Kota Batam.

Hingga saat ini, belum ada perbaikan yang dilakukan oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Hal itu diklaim sebagai salah satu faktor penghambat distribusi bahan pangan ke pasaran.

Sebelum amblas pelabuhan ini memang digunakan sebagai lokasi bongkar muat bagi kapal pengangkut bahan pangan seperti beras dan sayur mayur.

Dalam seminggu, 4 hingga 5 kapal kayu pengangkut bahan pangan biasanya melakukan aktifitas di pelabuhan tersebut.

Biasanya kapal pengangkut bisa membawa hampir 200 ton. Mulai berbagai macam komoditas bapok seperti sayur mayur dan juga beras.

Pantauan Tribun memang beberapa harga komoditas barang pokok seperti cabai merah mengalami kenaikan harga di sejumlah Pasar Tradisional di Batam.

Menangani persoalan ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana memindahkan pelabuhan angkut barang ini ke pelabuhan Bintang 99 Persada, Batuampar.

Toyota Kenalkan 3 Varian Mobil Baru saat Event GIIAS 2019, Apa Saja?

CATAT! Hari Ini, Kamis (18/7) Batam Masih Akan Mati Lampu, Cek Jadwal Pemadaman Listrik di Sini

BREAKINGNEWS - Lagi! Polisi Bekuk 2 Pelaku & Otak Perampokan Rumah Mewah di Batam Centre

Namun solusi membuat berbagai pihak keberatan.

Salah satunya Ketua DPC Pelayaran Rakyat (Pelra) Kota Batam, Ilyas Bone.

"Distributor harus bayar mahal kalau sudah dipindahkan ke Pelabuhan 99 ini," ujar Ilyas, Kamis (18/7/2019).

Diakuinya distributor juga wajib mengeluarkan dana lebih saat aktifitas bongkar muat di Dermaga Bintang 99 Persada.

Mulai biaya sandar kapal yang harganya dua kali lipat dari harga yang ditawarkan oleh Pemerintah, hal ini sendiri belum ditambah dengan upah pekerja yang melakukan bongkar muat, serta biaya distribusi dari pelabuhan ke pasar.

Ia berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam dapat segera bersinergi dalam membantu persoalan distribusi bahan pangan yang mayoritas berasal dari luar Kota Batam.

Misalnya dengan membuat pelabuhan khusus yang mendapat insentif mulai dari biaya labuh tambat, serta insentif untuk upah pekerja. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved