S-400, Rudal Buatan Rusia yang Bikin Turki Berpaling dari AS

Meski mendapat tentangan keras dari Washington, Rusia telah mulai mengirimkan komponen-komponen misil S-400 ke Turki.

S-400, Rudal Buatan Rusia yang Bikin Turki Berpaling dari AS
TRT World
Rusia telah mulai mengirimkan komponen-komponen misil S-400 ke Turki. 

TRIBUNBATAM.id - Meski mendapat tentangan keras dari Washington, Rusia telah mulai mengirimkan komponen-komponen misil S-400 ke Turki.

AS khawatir Moskow akan mendapatkan informasi rahasia tentang pesawat militer terbarunya yaitu F-35, jika Turki tetap menggunakan S-400 bersamaan dengan pesawat jet generasi kelima ini. AS mengancam akan memberi sanksi, tetapi Turki tidak mengindahkannya.

Rudal S-400 Triumph (dikenal oleh NATO dengan nama sandi SA-21 Growler) adalah sistem rudal antipesawat yang bisa menjangkau hingga maksimum 400 kilometer (250 mil) dan bisa mencapai sasaran pada ketinggian hingga 27 kilometer. Rudal ini kali pertama diperkenalkan pada 2007.

Mobil Toyota Sport GR Supra Diluncurkan di GIIAS 2019, Berapa Harganya?

HP ANDROID 2019 - Harga Terbaru HP Oppo Bulan Juli 2019, Mulai A1K hingga Reno 10x Zoom Lengkap

Kamis (18/7) IHSG Ditutup Naik Tipis ke 6.403 Setelah BI Menurunkan suku bunga

Kenalkan Laptop Gaming Dell G7 Terbaru Seharga Mulai Rp 28 juta

 

Teknologi terdepan dan murah

Rudal ini dibuat oleh pabrik senjata milik negara, Almaz-Antey, yang menjadi sasaran sanksi Uni Eropa dan AS atas tindakan Rusia di Ukraina.

S-400 dikembangkan untuk menghancurkan jet tempur, rudal jelajah, rudal balistik, dan pesawat nirawak atau drone. Media Rusia mengklaim kalau S-400 lebih unggul dari saingannya buatan Prancis atau AS.

"Rusia dan pendahulunya, Uni Soviet, selalu terdepan dalam teknologi rudal," kata pakar militer Inggris Richard Connolly di Universitas Birmingham kepada DW siaran bahasa Rusia. "Alasannya adalah karena Amerika dan Barat membuat pesawat terbang yang lebih baik."

S-400 sangat fleksibel dan dapat digunakan dengan beberapa jenis roket. Selain itu, senjata ini juga memiliki keuntungan besar lain yaitu harganya lebih terjangkau.

"S-400 setidaknya dua kali lebih murah dari sistem AS Patriot-2," ujar Connolly.

Turki dilaporkan telah membayar 2,5 miliar dolar AS (Rp 34,7 triliun) untuk membeli sistem persenjataan ini.

Halaman
1234
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved