Usai BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berada di Level Rp 13.948 per Dollar AS

Sore ini rupiah masih menunjukkan penguatan terhadap dollar AS usai Bank Indonesia (BI) mengumumkan pemangkasan suku bunga.

Usai BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berada di Level Rp 13.948 per Dollar AS
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Warga menunjukkan mata uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di lokasi penukaran uang di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang NKRI tahun emisi 2016 dengan menampilkan 12 pahlawan nasional yakni 7 uang rupiah kertas dan dan 4 uang rupiah logam 

TRIBUNBATAM.id - Sore ini rupiah masih menunjukkan penguatan terhadap dollar AS usai Bank Indonesia (BI) mengumumkan pemangkasan suku bunga.

Pada Kamis (18/7) sore pukul 15.05 WIB rupiah di pasar spot ada di level Rp 13.948 per dollar Amerika Serikat (AS), alias menguat 0,25% dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Sementara itu, di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di angka Rp 13.976 per dollar AS atau melemah 0,19%.

Kenalkan Laptop Gaming Dell G7 Terbaru Seharga Mulai Rp 28 juta

BI Pangkas Suku Bunga Acuan Sebesar 25 Basis Poin Jadi 5,75%

Tips Mengatur Keuangan Bersama Pasangan, Lakukan 3 Hal Ini

Waspada, Ini Beberapa Modus yang Digunakan Untuk Bobol Kartu Kredit

 

Dalam rapat dewan gubernur (RDG) bulanan, BI memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (BI 7 day RRR) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75%.

"Setelah mempertimbangkan berbagai assasement dan perkiraan tersebut baik dari global maupun domestik, RDG BI pada 17 Juli-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 day reverser repo rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo Kamis (18/7). 

Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility rate sebesar 0,25% menjadi 5% dan lending facility rate sebesar 0,25% menjadi 6,5%.

Menurut Perry, kebijakan ini ditempuh dengan pertimbangan rendahnya inflasi ke depan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah prospek pertumbuhan global yang sedang turun.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved